Doers VS Watchers
Translate dari artikel yang menarik untuk dibaca, temukan dimana posisi anda?
Pelaku VS Pengawas (Doers vs. Watchers)
Seorang jendral, Jackson, menemukan dirinya bersama pasukannya berada pada satu sisi sebuah sungai, disaat seharusnya ia berada di sisi yang lain. Setelah memerintah insinyur-insinyur bawahannya untuk merencanakan dan membangun jembatan agar mereka bisa menyebrangi sungai, ia juga memanggil kusir kereta untuk mengatakan bahwa adalah sangat penting untuk menyeberangkan kereta secepat mungkin ke seberang sungai.
Walau tidak diperintah, sang kusir kereta segera memulai untuk mengumpulkan seluruh batang2 kayu, batuan, dan jeruji pagar yang bisa ditemukan disekitarnya dan segera membangun jembatan sederhana. Sebelum siang hari, kusir kereta mengatakan pada sang jendral bahwa kereta dan pasukan mereka telah berhasil menyeberangi sungai.
Jenderal Jackson terkejut dan bertanya pada kusir kereta, dimana para insinyur2 itu dan apa yang sedang mereka lakukan. Pengendali kereta hanya menjawab bahwa mereka, masih berada di dalam tenda mereka, sedang menggambar rancangan desain sebuah jembatan, tanpa tahu bahwa kereta telah berhasil menyeberangi sungai.
Sehingga dapat disimpulkan, Dimana ada tiga macam manusia dalam cerita ini:…
1. Mereka yang berusaha menciptakan sesuatu terjadi (those who make things happen)
2. Mereka yang mengawasi sesuatu sedang terjadi, (those who watch things happen)
3. Mereka yang tidak tahu bahwa sesuatu sedang/sudah terjadi (those who don’t know that anything is happening).
Setiap manusia berhak menentukan dimana posisi mereka berdiri, hanya saja posisi itulah yang menentukan keberhasilan dan percepatan pencapaian mereka ke depannya.
Mereka yang berusaha menciptakan sesuatu terjadi (doers) memiliki kesempatan untuk berhasil karena mereka berusaha menyelesaikan masalah2 dihadapannya, sehingga kelak mereka bisa dan siap berada pada posisi ke dua yaitu pengawas (watchers).
Mereka yang tidak tahu bahwa sesuatu sedang/sudah terjadi, karena kurang berinteraksi dengan orang2 di posisi pertama, kehilangan kesempatan untuk belajar dan berhasil dalam menyelesaikan masalah seperti yang dilakukan (doers) dan sekaligus juga kehilangan kesempatan untuk menjadi pengawas (watchers) karena kurangnya referensi penyelesaian masalah dari orang2 yang berhasil.
Cerita ini juga menggambarkan, “action” dan “creativity” adalah faktor penentu untuk menciptakan hasil yang diinginkan. Sehingga menyadarkan saya, bahwa tingkat pendidikan tinggi bukalah jaminan untuk kesuksesan bila kita tidak segera bertindak dan melakukan sesuatu sesegera mungkin.
Semoga bermanfaat dan memberi semangat,
Wassalam
izha yusmal
http://izhayusmal.wordpress.com
PS. Profesi dan kejadian dari cerita diatas hanya sebagai ilustrasi dan fiktif belaka. Tidak ada niat saya untuk mendeskriditkan profesi tertentu. Cerita tersebut saya dapat dari seorang sahabat yang selalu memotivasi pegawai-pegawai kecil di Dubai, diceritakan dalam bahasa inggris dan kemudian saya translate. Mohon maaf bila ada yang tidak berkenan, semoga dapat diambil positifnya.
