TDA Semarang di Koran Sindo Jateng
Berikut adalah cuplikan ulasan di koran Seputar Indonesia (Sindo) tanggal 2 Mei 2008. Diwawancara di arena Pestipal Angkringan di Semarang.
Mengenal Tangan Di Atas Community
KOBARKAN SEMANGAT WIRAUSAHA SECARA BERKELOMPOK
Sebatang lidi mudah patah jika dibandingkan seikat. Mungkin ungkapan inilah yang paling pas ditujukan bagi Komunitas Tangan Di Atas (TDA Community)
Para Anggota TDA Community berkeyakinan, semangat berwirausaha akan terus menyala jika dikobarkan secara bersama-sama. Meski baru berusia dua bulan, namun TDA Community Semarang sudah berhasil merangkul 60 anggota yang terdiri dari para wirausaha. Uniknya, para anggotanya secara intensif berkomunikasi melalui dunia maya internet dengan fasilitas blogger ataupun forum2 yang dibuat untuk para anggota.
Saat ini member TDAS telah mencapai lebih dari 104 orang….. Semangat kebersamaan dan semangat saling memberi menghasilkan kekuatan yang sebelumnya sungguh sulit diakukan sendirian, sehingga kini banyak diantara member yang saling berkolaborasi untuk membina suatu kerjasama bersama. Walau tidak besar, tapi efektif untuk memutar roda perekonomian domestik, yang kelak akan terus membesar seperti bola salju. Yang kecil2 bila dilakukan banyak pihak kelak akan menjadi gerakan pemutar perekonomian yang signifikan dan besar hasilnya. Kelak, tahun 2018, sepuluh tahun kedepan, kita akan lihat “hasil” apa yang telah ditorehkan TDAS di kota Semarang ini.
Untuk sekarang, dimana bentuk2 kerjasama individu antar member secara personal telah terbuktikan, “Bersama akan lebih ringan dibanding sendirian”, semua gerakan bila dilakukan bersama2 dengan rekan yang saling mengisi dan saling bahu membahu, tentu akan lebih mudah pencapaiannya. Dan tentunya lebih menyenangkan…. Andaikan semua orang indonesia bisa melakukannya bersama-sama, tentu negara kita tidak akan membutuhkan investor luar untuk membangun bangsa. I wish!!
Semoga apa yang telah terbina di TDAS akan terus berproses lebih baik dan tidak kehilangan “semangat”nya….
Wassalam
izhayusmal
Owner http://www.family-collection.blogspot.com
Owner http://www.mycozee.com
The future is bright by positive mind
The future is bright.
Because the future is created by positive people.
Those who are negative make a lot of noise about how bad things are.
Those who are positive quietly and steadily make a lot of real improvements and contributions to life.
There are always problems and there are always challenges.
And there are always people willing to transform those challenges into great opportunities.
Those who have the courage, commitment and discipline to follow their own best dreams,
bring the rest of the world along with them.
Those who choose to do the best they can with what they have, create a better life for everyone.
For every high-profile guru of doom who wails about how hopeless and unfair life is,
there are millions of others working tirelessly to make life better than ever.
For every frightening crisis that is breathlessly reported,
there are millions of real, meaningful success stories that don’t get noticed,
but that do have enormous positive influence.
Negative people obsess over the past while positive people work their way eagerly toward the future.
Life gets better and better when you choose to make it so, and the future is bright indeed.
Semoga bermanfaat
wassalam
izha yusmal http://izhayusmal.wordpress.com
PS. Thanks to my friend, wilver, that has choosen to inspire others through words.
Doers VS Watchers
Translate dari artikel yang menarik untuk dibaca, temukan dimana posisi anda?
Pelaku VS Pengawas (Doers vs. Watchers)
Seorang jendral, Jackson, menemukan dirinya bersama pasukannya berada pada satu sisi sebuah sungai, disaat seharusnya ia berada di sisi yang lain. Setelah memerintah insinyur-insinyur bawahannya untuk merencanakan dan membangun jembatan agar mereka bisa menyebrangi sungai, ia juga memanggil kusir kereta untuk mengatakan bahwa adalah sangat penting untuk menyeberangkan kereta secepat mungkin ke seberang sungai.
Walau tidak diperintah, sang kusir kereta segera memulai untuk mengumpulkan seluruh batang2 kayu, batuan, dan jeruji pagar yang bisa ditemukan disekitarnya dan segera membangun jembatan sederhana. Sebelum siang hari, kusir kereta mengatakan pada sang jendral bahwa kereta dan pasukan mereka telah berhasil menyeberangi sungai.
Jenderal Jackson terkejut dan bertanya pada kusir kereta, dimana para insinyur2 itu dan apa yang sedang mereka lakukan. Pengendali kereta hanya menjawab bahwa mereka, masih berada di dalam tenda mereka, sedang menggambar rancangan desain sebuah jembatan, tanpa tahu bahwa kereta telah berhasil menyeberangi sungai.
Sehingga dapat disimpulkan, Dimana ada tiga macam manusia dalam cerita ini:…
1. Mereka yang berusaha menciptakan sesuatu terjadi (those who make things happen)
2. Mereka yang mengawasi sesuatu sedang terjadi, (those who watch things happen)
3. Mereka yang tidak tahu bahwa sesuatu sedang/sudah terjadi (those who don’t know that anything is happening).
Setiap manusia berhak menentukan dimana posisi mereka berdiri, hanya saja posisi itulah yang menentukan keberhasilan dan percepatan pencapaian mereka ke depannya.
Mereka yang berusaha menciptakan sesuatu terjadi (doers) memiliki kesempatan untuk berhasil karena mereka berusaha menyelesaikan masalah2 dihadapannya, sehingga kelak mereka bisa dan siap berada pada posisi ke dua yaitu pengawas (watchers).
Mereka yang tidak tahu bahwa sesuatu sedang/sudah terjadi, karena kurang berinteraksi dengan orang2 di posisi pertama, kehilangan kesempatan untuk belajar dan berhasil dalam menyelesaikan masalah seperti yang dilakukan (doers) dan sekaligus juga kehilangan kesempatan untuk menjadi pengawas (watchers) karena kurangnya referensi penyelesaian masalah dari orang2 yang berhasil.
Cerita ini juga menggambarkan, “action” dan “creativity” adalah faktor penentu untuk menciptakan hasil yang diinginkan. Sehingga menyadarkan saya, bahwa tingkat pendidikan tinggi bukalah jaminan untuk kesuksesan bila kita tidak segera bertindak dan melakukan sesuatu sesegera mungkin.
Semoga bermanfaat dan memberi semangat,
Wassalam
izha yusmal
http://izhayusmal.wordpress.com
PS. Profesi dan kejadian dari cerita diatas hanya sebagai ilustrasi dan fiktif belaka. Tidak ada niat saya untuk mendeskriditkan profesi tertentu. Cerita tersebut saya dapat dari seorang sahabat yang selalu memotivasi pegawai-pegawai kecil di Dubai, diceritakan dalam bahasa inggris dan kemudian saya translate. Mohon maaf bila ada yang tidak berkenan, semoga dapat diambil positifnya.
Multi Tasking,… unggulan wanita?
Beberapa hari terakhir ini saya sangat disibukkan oleh beberapa hal urusan yang harus saya selesaikan diwaktu yang bersamaan.….bahkan tiap online, saya bisa chatting dengan 5-8 orang sekaligus…bukan conference yang membahas masalah dan focus tertentu, tapi chatting person to person di 5-8 window chatt sekaligus dengan topik pembicaraan yang berbeda-beda… Tidak jarang saya salah menuliskan beberapa kata jawaban untuk seseorang yang terkirim di window chatt orang lain…heheh…. Salah satu yang terkena imbas adalah pak Roni Yuzirman yang sedang online dan chatt dengan saya, yang jadi terheran2 karena tiba2 saya kasih cibiran :P di tengah2 pembicaraan serius kami…heheh…”ups, salah kirim”..begitu ralat saya… untung saja beliau maklum setelah saya beritahu ada 5 window chatt lain selain dengannya saat itu…heheh… Beliau hanya berujar ……”multitasking”
Hmmm…multi tasking, …apa itu?
Multi tasking adalah suatu kemampuan seseorang untuk focus kepada beberapa hal sekaligus atau kemampuan untuk melaksanakan beberapa tugas sekaligus. Kenyataannya, para wanita memang diakui memiliki kemampuan ini dibandingkan para pria. Dari yang pernah saya baca, telah diteliti secara ilmiah, bahwa diantara otak kanan dan kiri tiap manusia ada semacam jembatan penghubung. Bagi para pria, jembatan penghubung ini secara alami akan mengalami penyempitan sesuai dengan usia yang semakin bertambah. Namun hal itu tidak berlaku bagi para wanita, jembatan penghubung itu akan tetap pada ukuran dan dimensinya. Hal ini menjelaskan kenapa para wanita dapat berkonsentrasi kepada beberapa hal sekaligus dibandingkan pria. Kalau mau jujur, kemampuan multitasking itu memang benar2 dibutuhkan kaum ibu.Mungkin itulah mengapa Allah menciptakan kemampuan multitasking itu lebih condong kepada para ibu….Bayangkan, selagi menggendong si kecil di pundak, tangan kanan memasak, tangan kiri memegang telfon, terhenti sebentar untuk menyuapi makan si kakak, kemudian melanjutkan aktifitas masak dan berbicara di telfon, masih sempat menegur pembantu yang lalai, sambil mendengarkan berita dari radio, dan mata yang tetap menatap layar TV, membuat laporan keuangan, sambil membuat essay ujian….…heheh…terdengar hiperbola ya? Yah…bisa saja memang ada seorang ibu yang mampu melakukannya sekaligus,kan? Saya yakin diluar sana ada super mom yang mampu melakukannya, …kalau saya sih mungkin hanya 4 diantaranya saja…. J hehe
Sebenarnya kemampuan multitasking bukanlah sesuatu yang luar biasa. Saya juga mengenal beberapa pria yang memiliki kemampuan multi tasking, mampu memanage beberapa usaha dan kegiatan sekaligus, walau biasanya urusan mengurus rumah tangga tidak termasuk dalam daftar kegiatannya….:)….hehe…
Dan saya semakin menyadari, kemampuan ini seharusnya sudah dibiasakan sejak dini, bahkan sejak usia anak2 …. Karena sesungguhnya, kemampuan itu dapat di asah dan dikembangkan individu masing2, tidak melihat apakah ia wanita ataupun pria.
Bagi para ibu rumah tangga,… Sadarilah potensi anda. Kemampuan multi tasking tidak diciptakan Allah untuk di sia-siakan. Gunakan kemampuan ini untuk mengoptimalkan urusan2 rumah tangga dan bisnis sekaligus. Rasanya tidak ada alasan untuk tidak bisa memanage keduanya sekaligus bila kita menyadari bahwa kita diberikan “kelebihan multi tasking” secara alami olah Yang Maha Pencipta. Jadi, kenapa masih beralasan “tidak bisa”????……. Tanyakan …kennapaaa???… J
Semoga memberi semangat….
Wassalam
Izha yusmal
http://izhayusmal.wordpress.com
owner www.mycozee.com
The little things…..
It only takes a minute or two for you to make a little progress. And a
little progress can put you solidly on the road to a lot more.
It only takes a small effort to give a little kindness. And a little
kindness can easily multiply itself again and again until it starts to
make a big difference.
It only takes a simple adjustment of your attitude to build a little
enthusiasm. And with a little enthusiasm you can attract the support of
many others.
Small positive changes are easy to make. In between all the things
you’re already doing, there are numerous opportunities to fill in the
spaces with extra treasures.
And the small positive changes do something much more powerful than
making a difference in the world. They make a difference in you.
Get in the habit of making small positive changes, and soon you’ll be
experiencing big, valuable accomplishments. Let the little things put
your spirit in a positive place, and that can change your life in
magnificent, profound ways.
FY
ps. thanks for my friend wilver at dubai for every inspiring mails every day.. may this words can inspire more and more friends aroud the world..
Six Step to build Charisma
By Karla Brandau
“Charisma is the intangible that makes people want to follow you,to be around you, to be influenced by you.” — Roger DawsonEach person is born ethnocentric, or believing that other people and
events revolve around them which is generally true for the first few
years of a child’s life. The focus of activity for a growing child is
inward. Some people carry this inward, self-focus into adulthood. These
people, so overly concerned with their own well being in a self-centered
way, never learn the secrets of influence. Successful people, who want
to have the power of persuasion, turn their circle of activity and
interest outward. They expand their centers to be as conscious of the
world around them as they are of themselves. They develop what we call,
charisma.
Charisma means you have learned to:
1. Act with credibility.
Those who are inconsistent in their behavior repel people while those who are consistent in their behavior draw people to them. To be influential, have integrity. Speak up for what you believe, then act accordingly.
Gerry Spence, one of America’s greatest trial lawyers, said, “One can
stand as the greatest orator the world has known, possess the quickest
mind, employ the cleverest psychology, and have mastered all the
technical devices of argument, but if one is not credible one might just
as well preach to the pelicans.”
2. Be interested.
Be truly interested in the other person. Treat him or her as the most important person you’ll interact with that day – a VIP, Very Important Person. Smile at them, not just for a brief, dutiful second, but for a magical two or three seconds.
When you smile, lean toward the person a little, and think in your mind,
“I like you. You are a great individual. I want to get to know you
better.” You’ll be amazed at the connection and trust that will occur.
3. Extend respect.
A few interaction skills that make a big difference to a respectful atmosphere in your organization include not interrupting conversations, asking if the person has time to talk, and listening to ideas.
Remember not to be in such a know-it-all position or in such a hurry
that you finish other people’s sentences. Be sure to comment on their
ideas to let them know you have really been listening, not just waiting
for them to take a breath so you can jump in with your agenda.
4. Deliver sincere compliments.
People you work with do care what you think about them. They appreciate your mentioning their good work.
When you do recognize them, be specific in your compliments.
Refrain from saying in an off-handed manner, “Oh, great work, Donna.”
Make it more personal: “Donna, that is the best research that has come
across my desk in the last six months. Excellent work.”
5. Accept sincere compliments.
If a colleague comments, “Good presentation.” Refrain from saying, “Oh, it was nothing.”
If a friend says, “Nice suit,” don’t reply, “This old thing? I’ve had it for years.”
Deflecting a compliment often draws unwanted attention and belittles
both you and the person offering the compliment. Just say, “Thank you.”
You’ll be pleased with how gracious you become.
6. State what you are FOR, not AGAINST.
People don’t like nor do they cooperate with people who they think are against them. When you are against something, the person thinks you are against them personally.
Once you voice your opposition to another person’s idea, you become part
of the problem. It’s as if a war has started with each of you fighting
to be right.
When you are for something, you begin focusing on the potential for
positive change. You start the process of collaboration. You become a
powerful person. Try it. Next time a colleague brings you an idea for
improving the department, find something about the idea you can be for.
You may find that you never have to state what you were against in her
ideas because the synergy and creativity has taken a positive turn to
solving the problem.
Life….
Life
As we grow up, we learn that even the one person that wasn’t supposed to ever let you down probably will.
You will have your heart broken probably more than once, and it’s harder every time.
You’ll break hearts too, so remember how it felt when yours was broken. You’ll fight with your best friend. You’ll blame a new love for things an old one did. You’ll cry because time is passing too fast, and you’ll eventually lose someone you love.
So take too many pictures, laugh too much, and love like you’ve never been hurt, because every sixty seconds you spend upset is a minute of happiness you’ll never get back.
Don’t be afraid that your life will end, be afraid that it will never begin.
Anonymous Author
something to appreciate
Something to appreciate
What’s the quickest way out of a negative attitude? Have something ready
and waiting that you can immediately and genuinely appreciate.
How do you find the hidden value in any situation? Look for something to
truly appreciate.
When you seek to find things to appreciate, what you’ll discover are
hidden treasures upon which you can build great value. Look for what you
can appreciate, and you’ll find positive, powerful tools that will pull
you forward.
Get in the habit of starting each day by thinking of something for which
you can be thankful. Then, whenever you catch yourself falling into a
negative thought pattern, you’ll already have something positive toward
which you can redirect your thoughts.
Each time you meet a new person, make it a point to find something, at
the very outset of the relationship, that you can sincerely appreciate.
Every time you find yourself in a new place or situation, look first for
what you can appreciate about it.
Find something to appreciate, and your effectiveness will increase
dramatically. Find something to appreciate, and you’ll uncover real
treasure.
Alhamdulillah, I’m trully blessed… thank you GOD…
thanks also to wilver for the inspire words…

