Izhayusmal’s Weblog

Belajar bisnis dengan hati dan intuisi…..that’s what every woman capable of…. wanna learn how? check out my site,then..

Kata MAAF yang membawa hikmah….

“Tiada manusia yang sempurna… jadi berikan kesempatan pada tiap orang untuk memperbaiki diri…berikan maafmu seluas-luasnya…..maka kamu akan lebih bahagia”   

Begitu kata guru ngaji saya…… 

Memang mudah disampaikan, tapi sungguh sulit dalam applikasinya…. Apalagi kalau kita sedang emosi…. Wuih, seperti sedang memanggul 1 ton beras diatas kepala saja… (hehe..hiperbola ya?…)

Hey,… come on, izha….. think more wiser laah….

Seperti kata guru motivator saya, bapak wuryanano yang brilian…dan sahabat2 saya yang penuh pengertian, .segala sesuatu harus dengan proporsional….ya, sekarang saya akan coba lebih berfikir dengan logika…

Satu pertanyaan saja…..

Mana ada sih manusia yang mau dengan sengaja melakukan kesalahan???? 

Tentu bukan saya….

Saya yakin, bukan pula anda, para pembaca…

Kemudian,…

Saat permintaan maaf disampaikan lewat milis,  tentu didalamnya ada NIAT BAIK untuk perbaikan diri pada orang yang meminta maaf tersebut…dan harus diakui, bukanlah hal yang mudah untuk mengakui kesalahan di depan orang banyak…pasti butuh kebersihan hati…….dan itu saya dapatkan sekilas dalam untaian kata maaf yang disampaikan pemilik web yang pernah mengecewakan kami…(baca: help…what should i do?)

Maka,

tidak ada alasan bagi saya untuk tidak memaafkan kesalahan beliau, karena toh kita sama2 manusia… sama2 hanya segumpal daging yang sedang dipinjami NYAWA oleh Sang Pencipta…  Kelak nyawa kita diambil kembali oleh pemiliknya…kita hanya tinggal debu saja…..  tidak ada yang kita bawa, hanya tabungan amal baik saja yang akan menolong kita…..  iya kalo banyak, kalo dikit tabunganmu, “apes banget si izha ini!!” J

(gitu kali ya kata malaikat pencatat amal…heheh)

Masalah “melupakannya” adalah persoalan lain, tidak mudah dan mungkin tidak bisa cepat terhapus dari ingatan…

Butuh proses healing yang membutuhkan waktu, karena melibatkan banyak kepala dan banyak “hati”…….

Tapi, 

Dengan memaafkan orang lain yang pernah merugikan kita….kita akan hidup lebih tenang dan lebih bahagia…bagaimana tidak, satu step kecil itu akan dibalaskan berlipat kali oleh yang Maha Kuasa…itu adalah Janji yang Pasti ditunaikan oleh Allah…. Insya Allah, hidup akan lebih barokah dan lebih bermakna….

Jadi sekarang, dengan pikiran yang lebih “waras” akhirnya saya dapat memutuskan…

Masalah kemarin dianggap selesai saja….

Tidak ada untungnya terlarut dalam kekecewaan terus menerus, tidak ada manfaat yang dapat diambil dari kemarahan dan kesedihan yang semakin men-jadi2….makin lama makin terlarut, sampai pada titik tertentu kita bisa saja akan masuk dalam alam depresi….ih, rugi amat!!!  No way….!

Biarkan saja ini jadi salah satu pengalaman hidup yang patut kita syukuri pernah terjadi dalam hidup kita…

“Hayooo kita lanjutkan bekerja, kawan2….”

Let it go, and move forward with positive mind….

I’m ready to run again, thanks to all good people around…

 

 Fauziah

Januari 15, 2008 Ditulis oleh izhayusmal | My business story | | & Komentar

Help…..what should i do?

Di awal saya memulai bisnis rumahan ini, action pertama saya adalah belanja produk jual di jakarta  secara grosiran…cukup banyak, satu bagasi mobil….. :0 :)  Sampai di semarang, action ke2 saya adalah memilih rekanan bisnis…. orang pertama adalah sahabat saya sendiri yang bekerja di pabrik… orang k2 adalah guru playgrup anak saya…. orang k3 adalah seorang ibu rt biasa… orang ke4 seorang wanita muda yang bekerja pada yayasan PKPU yang sering datang ke rumah…. orang ke5 adalah guru TK yang juga teman ngaji saya….  Kelima orang ini, tentulah memiliki karakter dan cara masing2 dalam menunaikan tugasnya sebagai marketing produk…. tapi garis besarnya, mereka menjajakan produk secara door to door atau direct selling…  Dalam 2minggu pertama, hampir 50% produk sudah terjual, baik secara tunai maupun kredit max.2 bulan. 

Action ke3…..Untuk mengisi lagi stock produk, saya menggunakan internet untuk belanja secara online.  Sehingga tiap senin dan/rabu saya menghadirkan produk2 baru.  Ada beberapa website yang sudah menjadi langganan tetap saya, karena segmen pasarnya sesuai dengan yang diinginkan marketing saya.  Sesekali saya ajarkan sebagian dari mereka untuk menggunakan perangkat internet, selain juga sebagai pembelajaran bagi mereka yang selama ini “belum melek” internet. Kemudian keluarlah ide, bagaimana kalau rekan2 marketing saja yang memilih langsung produk2nya karena toh tentunya mereka yg paling tau orang2 sekitar seleranya bagaimana….  Naaa, inilah action ke 4…. saya berikan training secukupnya mengenai internet dan webstore… pada akhirnya 3 dari 5 marketing saya memilih sendiri produk2 yang mau dijualkan pada pangsa pasar mereka masing2… mengenai keuntungan saya terapkan sistem negosiasi yang sangat flexibel, yang jelas saya tidak pernah ambil keuntungan besar, tidak lebih dari 5000 rupiah saja per item, itupun sudah termasuk ongkos kirim paket, dan terlebih bisa mereka bayarkan setelah barang tersebut laku….kalau tidak laku, ya masuk dalam inventaris gudang saya dan akan saya rolling ke marketing yang lain…  Cukup Adil bukan?  Cara ini ternyata cukup efektif, terbukti omzet penjualan mencapai 200pcs di bulan pertama…. walaupun saya belum memperoleh keuntungan karena uang setoran mereka digunakan lagi untuk belanja di internet… :) tapi sungguh suatu kebahagian tersendiri mengenalkan internet kepada jiwa2 yang belum tersentuh karena faktor biaya…

 Setiap kali memesan, saya menggunakan jasa sms-banking BNI, jadi saya tidak perlu keluar rumah, tinggal sms saja.  Adakalany rekan2 titip uang untuk membeli produk2 lain melaui internet untuk keperlaun pribadi….  Termasuk si ibu guru playgroup yang begitu excited mendapat “ilmu” baru dalam memulai bisnisnya sendiri kelak…  Siapa tahu dari sini, ia akan jadi pembisnis ulung dari pelosok terpencil kota semarang ini…. semoga saja.

Action ke 5…. saya mengantarkan sang guru TK untuk membuat account BNI yang dilengkapi sms-banking… saya ajarkan bagaimana menggunakannya, agar kelak bila saya berhalangan, beliau dapat menjadi perantara rekan2 lain untuk meneruskan bisnis tanpa saya..

Sebenarnya semua berjalan cukup lancar, tapi ada saja lubang2 dan gelombang2 yang harus kita hadapi bersama….  salah satu contohnya saat kita ”terpedaya” karena bertransaksi dengan website yang kurang maksimal dalam pelayanan.

Sayang sekali, hal ini dialami oleh sang guru playgroup dan guru TK… suatu “kecelakaan” yang berdampak cukup besar… karena pemlik website yang kurang profesional dalam melayani.  Saya jelaskan sebisa saya, bisa jadi ini hanya kesalahan teknis, tapi tetap tidak menolong saya untuk meluruskan kembali semangat kerja rekan2.  Uang yang dikumpulkan rekan2 guru dari penghasilan mereka (yang tentunya cukup terbatas) sudah di transfer tapi produk2 pesanan tidak diberikan sesuai jumlahnya atau beda dari yang diinginkan…dan ini berulang kali dilakukan oleh website tersebut,….  sebenarnya bagi saya pribadi, karena bukan saya yang ingin produknya, tidak terlalu berdampak besar, walau akhirnya saya ikut urun serta menanggung biaya dari produk yang kesalahannya dari website tersebut, yah saya pikir saat itu ini hanya “kecelakaan kecil” saja lah……..  tapi yang menjadi ganjalan dalam hati saya adalah kekecewaan yang terpatri di hati dari rekan2 ini yang sungguh dalam dan membuat saya ikut terbawa emosi dan sedih.  Kedua guru, yang notabene saya tahu penghasilan kecilnya digunakan sebagian besar untuk modal ini ternyata berakhir kekecewaan panjang yang sungguh membuat saya tidak bisa berkata2… dan yang menyakitkan bahwa untuk meminta kembali sisa uang yang tidak seberapa jumlahnya saja harus dipermainkan, mereka merasa di pelakukan seperti “orang kampung” oleh “orang jakarta”….. waduh…waduh….piye ki???

Untuk kali ini, saya tidak bisa berbuat apa2 selain mencoba menghubungi pemilik website, baik secara online maupun sms…  Tapi yah, apa boleh buat, semua tidak direspons dengan semestinya… istilahnya “di cuekin” kata orang jakarta……mungkin benar ungkapan rekan2 saya itu….  saya yang sekarang di semarang, mungkin memang dianggap “orang ndeso”…. duh, sedihnyaaa..  :(

Hal ini sudah berlalu dua bulan lalu….. keikhlasan pun sudah mulai kami dapatkan kembali….. yang hilang biarlah hilang, kekecewaan biarlah terobati dengan kesibukan…..

Sampai akhirnya,….  saya temukan website yang sama mempromosikan diri dalam mailing list….  oooo, terbakar kembali jiwa ini untuk menyuarakan luka, gatal sekali tangan ini untuk menulis ungkapan hati…. kembali tersulut emosi ini….. rasanya ingin menantang sang buronan face to face layaknya adegan duel dalam cerita2 koboy…(eh, gak gitu deehhh).. Tapi yang jelas suara ini selalu mengiang ditelinga saya…….

“Ayooo…hadapi saya!!!!  Selesaikan masalah anda dengan rekan2 saya…. ”   Tapi….semua hanya tercekat dalam tenggorokan…. hkkkkkk…  hkkk…hkkkkkk…. sakit sekali menahan rasa kecewa, ingin bicara tapi tak bisa… ingin cerita tapi terkendala… Akhirnya saya harus mengakui…..  “Tidak ada lain yang bisa saya lakukan, maafkan saya kawan2…… maafkan ”  

Dengan kegalauan hati yang masih tersisa,

fauziah

Januari 13, 2008 Ditulis oleh izhayusmal | My business story | | & Komentar

Menyuarakan kebenaran adalah pilihan…

Assalamu’alaikum

Banyak hal di sekitar kita yang sesungguhnya kita tau nilai ketidakbenaran dan kebenarannya…. kalau saja kita memihak pada hati nurani, tentu kita akan memilih yang terbaik bagi kebenaran itu sendiri dan menghindari dari ketidakbenaran..

Tapi, sebagai manusia, banyak hal yang harus kita lalui untuk menunaikan dorongan hati nurani untuk melakukan kebaikan atau menyuarakannya dengan berani. 

Saya selama ini termasuk yang tidak berani menyuarakan kebenaran, walau saya tau ada yang tersakiti karena kelemahan saya ini…

Lalu apa makna Hijrah Rosul yang harus kita teladani?  Bukankan beliau mewajibkan kita berhijrah dari tempat (kondisi) buruk menuju tempat (kondisi) yang lebih baik, walaupun dalam menempuh perjalanan itu kita harus mendapat perlakuan yang tidak baik  ataupun “anggapan” yang tidak baik.  Rasa malu, rasa minder, rasa terhina, rasa terjepit, rasa nelangsa, rasa sedih, rasa resah, rasa takut dan lain2nya…tentulah akan kita hadapi dan kerap menjadi beban pikiran yang tak terselesaikan.

1 Hijriyah kemarin mungkin adalah titik awal keberanian diri harus di “hidupkan” kembali…. bertekad akan mulai berani melangkah ke arah yang lebih baik, Hijrah dari ketakutan, hijrah dari rasa minder, hijrah dari  ketidak adilan…dan bagi saya pribadi, hijrah terhadap pembisuan saya selama ini terhadap kebohongan2 yang terjadi di depan mata. 

Saat ini, saya mencoba untuk berdiri tegak menyuarakan pengalaman pahit yang pernah terjadi dengan maksud agar orang lain tidak jatuh ke jurang yang sama seperti saya.  Yang saya temui adalah, tidak semua orang dapat meresponnya secara positif, namun sungguh saya dapat memakluminya…..  karena siapalah saya, saya hanya seorang yang baru melangkah dan baru memulai berjuang dalam perbaikan diri…. saya hanyalah korban dari kebohongan yang mulai bersuara dan baru mulai berani untuk bertindak…. tidak lebih dan juga tidak kurang, saya hanyalah pemula yang berusaha jujur dalam usaha saya…dan berusaha menjadi orang yang bermanfaat bagi sebanyak mungkin orang di sekitar saya..

Tidak ada manusia yang tidak pernah salah, tentu saja saya banyak sekali kesalahan..  tapi bagi saya, sekarang saatnya bersuara…  karena dengan kita bersuara dan menebarkannya hingga ke ujung dunia…, jauh dipelosok sana…dimana terdapat jiwa2 yang membutuhkan bantuan dan panggilan kita, saudara-saudari yang membutuhkan informasi kita, teman-teman yang butuh perlindungan kita..dapat mengambil manfaat dari keberanian kita yang tertunda…

Analoginya seperti ini, saat kita bersepeda melalui jalanan berlubang yang tertutupi oleh genangan air hujan dan kita sempat terjatuh ke dalam lubang besar itu, kemudian setelah kita lanjutkan perjalanan dan terlihat dikejauhan dari arah yang berlawanan ada orang lain yang bersepeda tanpa mengetahui ada bahaya didepannya terbentang lebar…akankah kita diamkan saja? Bukankah kita wajib memberitahukannya agar ia dapat melewati jalan yang mulus sehingga tidak terjerembab seperti apa yang terjadi pada diri kita?

Dalam hal menyuarakan kebenaran, sering kita terbentur oleh banyak hal…. takut ini takut itu…..  manusiawi saja kan?  Tapi apakah kita terkalahkan oleh rasa takut atau kita menangkan rasa berani, itulah pilihan yang harus kita tentukan.

Diam adalah emas,……  tapi menyuarakan kebenaran untuk mencegah orang lain terperosok dalam jurang adalah wajib…

Saya memilih menunaikan yang wajib….. Sepahit apapun yang harus saya hadapi…….insya Allah, Saya akan hadapi.  Di atas langit masih ada langit, tiada yang dimenangkan Allah selain kebenaran….

Bismillaahirrahmaanirrahim, Ya Allah ijinkan saya berani menyuarakan kebenaran dan berhijrah seperti halnya Rasullullah Nabi Muhammad SAW…

fauziah

Januari 13, 2008 Ditulis oleh izhayusmal | My business story | | Belum Ada Tanggapan

Masalah bisnis bukan dari siapa2…

Laa haula walaa kuwwataa illaabillaah…. 

Segala sesuatu ada yang mengatur….kita manusia hanya bisa berencana, tapi biarkan Allah mengatur jalan yang TERBAIK bagi kita….  Alhadulillah, saya mendapat banyak hikmah dibalik jalan berliku yang saya lalui baru2 ini….  Semoga bisa menjadi pelajaran berharga bagi rekan2 pembaca…

Masalah pertama bukan dari siapa2…..tapi dari saya sendiri…:( 

Awal bulan desember, mendadak saya teserang deman beberapa hari, hingga akhirnya hasil lab menunjukkan saya positif terserang typus.  Selama 10 hari kemudian saya tidak bisa beraktifitas dalam usaha bisnis saya yang masih belia… karena saya terserang sakit typus skala advance, yang menyebabkan saya harus bedrest… Itu juga berarti otomatis rekan2 marketing pun tidak maksimal dalam memasarkan produk2 yang ada…  Sungguh disayangkan saya temukan, bahwa ternyata rekan2 begitu bergantung pada “keberadaan” saya dalam memanage dan mengatur lalu lintas produk ke masing2 marketing… 

Maka saya tau kiranya yang mesti saya perbaiki kedepannya, yaitu mengajarkan rekan2 dalam hal yang berhubungan dengan pembukuan bersama, paling tidak mengenai pencatatan cash in cash out,  menentukan klasifikasi produk serta memberi kode, dan meningkatkan kerjasama sesama marketing untuk  saling menukar  produk tanpa perlu saya yang mengaturnya…. Dan yang terpenting harus saya perbaiki, adalah menambah kesadaran diri untuk menjaga kesehatan….:(

Masalah kedua juga bukan dari siapa2…. 

Sehubungan akan datang  masa reses yang cukup panjang sejak tangal 20 des 07 hingga awal tahun 2008…dimana kami semua sebagai ibu rumah tangga tentunya sibuk dengan kegiatan pribadi dan keluarga…  maka atas kesepakatan bersama, akhirnya saya dan rekan2  meliburkan diri dari aktifitas bisnis kami selama kurun waktu yang cukup panjang…hampir satu bulan….!!!! 

Masalah ketiga, mungkin juga bukan dari siapa2…… 

Saat salah seorang marketing (seorang guru playgroup) membawa barang2 dagangan dalam forum pertemuan ibu2…. beliau begitu semangatnya di kerubutin (di datangi berbondong2-red) sekian banyak calon pembeli yang sangat antusias, menyebabkan pengawasan terhadap produk jadi sedikit terbengkalai…. sehingga lenyaplah satu item produk dari kantung tasnya…

Sebagai sesama pemula, yang sama2 mengutamakan kekompakan dalam team agar dapat bekerjasama dlm jangka panjang, tentunya saya harus mencari win win solution… apa jalan yang dapat membuat beliau tidak rugi dan sekaligus membuat saya untung…   Akhirnya saya putuskan,  kehilangan tersebut tidak akan dibebani kepada sang guru playgroup tersebut, dengan catatan lain kali tidak terulang….

 Lalu apa saya rugi?? Mudah2an tidak….karena saya pikir, dengan kehilangan sedikit saya mendapatkan “hadiah” yang cukup berharga selain sekedar meningkatkan kehati2an…yaitu LOYALITAS dan KEKOMPAKAN…. semoga insting saya benar….hehehe

Masalah2 diatas, menyebabkan target saya agak tersendat…. Bulan pertama omzet 4,3 x Rp.A, bulan kedua plus setengah bulan ini tercatat omzet hanya 1,8 x Rp.A…  Berarti Target BEP cuman tercapai kira2 65% dari yang direncanakan…  Semoga awal bulan depan target BEP terlampaui…Amin

Tapi apakah saya perlu menyesali?….TIDAK 

Hampir satu bulan off, bukan berarti kita tidak bisa mendapat “profit” dalam belajar dan berkembang  bukan…?

Dalam keterbatasan saya dalam bergerak dan beraktifitas, alhamdulillah, ada saja kebahagiaan yang saya dapat.  Sang suami yang baik hati, memberikan perhatian yang berdampak luar biasa, meminjamkan saya perangkat laptop untuk mengisi waktu dan mencari2 ilmu di internet…  Waaahhhh….bahagia sekaliiiii rasanya… Thanks, hun….. ;)

Dalam sebulan terakhir, melalui internet, saya belajar membuat blog dan website,  banyak menimba ilmu dari para  pebisnis yang telah teruji, dan terlebih heboh lagi…saya menemukan komunitas pebisnis yang memang saya cari-cari sebagai sarana bersosialisasi dengan isi yang sama… Komunitas Tangan Di Atas namanya…. kalau mau tau lebih banyak mengenainya silahkan buka www.tangandiatas.com.

Saya belum tahu banyak mengenainya, tapi feeling saya mengatakan komunitas TDA sangat baik dan berprospek cerah…. (kenapa ya, saya percaya sekali dengan feeling saya?…karena saya wanita kali ya?…hehe)

Saat ini saya sudah terdaftar dalam komunitas ini, terimakasih atas bantuan bapak Ichsan Santoso yang sebenarnya sibuk dengan toko onlinenya di www.manfaatfashion.blogspot.com dan tentunya pak Fuad Muftie yang memberikan tambahan semangatnya.  Dan saya  bertekad ingin mengikuti milad kedua TDA  tanggal 27 jan besok….  Padahal saya belum kenal siapa2, nekat aja….  Moga2 ada yang mau negur dan kemudian menjadi teman ngobrol saya disana, karena jelas suami tidak bisa ikut menemani karena ada urusan kantor.  Kelak saya akan tulis reviewnya nanti bagaimana hasil kenekatan saya berpengaruh terhadap bisnis saya atau tidak…. :)

Salam

Fauziah Yusmal

Januari 4, 2008 Ditulis oleh izhayusmal | My business story | | & Komentar

Memulai bisnis dengan hati

Para ibu rumah tangga….dan pembaca sekalian…. 

Allah mencipatakan wanita dengan satu kelebihan dari lelaki, yaitu perasaan yang halus sekaligus hati yang peka…  Terkadang ada wanita (dan lelaki) menganggapnya sebagai suatu kelemahan, tapi sesungguhnya ini adalah suatu kekuatan yang dahsyat…

Bukankah Segala sesuatu yang di dorong oleh dorongan hati, memiliki kekuatan yang terkadang melampaui logika dan kebiasaan yang selama ini kita lakukan…?  Begitu banyak kejadian irrasional yang terjadi karena mengabaikan  Insting kuat seorang ibu… Tentu kita semua pernah mengalami bagaimana kita terhindar dari suatu kejadian buruk karena kita “mendengarkan” suara hati kita sebelumnya…..  Sebaliknya, Bagaimana kekuatiran yang tak diabaikan berakibat kejadian buruk yang menimpa kita??? ..  Begitulah besarnya peranan hati kita…

Sebagai wanita, saya merasa, hati yang menggerakan kekuatan insting memiliki peranan yang demikian besar dalam setiap tindakan dan keputusan saya, tentunya sebanding dengan peranan logika dalam menganalisa permasalahan dalam hidup.  “Insting” memiliki peranan yang sangat krusial bagi wanta…..walau secara logika, peranan ini banyak di nafikan… Tapi tahukan anda, setiap hati memiliki kekuatan lain yang mendorongnya bersuara, kekuatan yang berlandaskan atas kebenaran, kekuatan yang memberikan bisikan2 kebaikan, yaitu dari yang Maha Pencipta Alam semesta, Allah SWT……  Dengan kekuatan sebesar milikNya, masih kah insting wanita yang memang diciptakan peka masih diragukan kebenarannya????….

Karena kekuatan itu berasal dari Allah, hanya satu yang perlu kita lakukan…  Rayulah Allah dengan melakukan segala hal yang disukaiNya, sehingga bisikan2 hati kita memang benar2 berasal dari Nya…gampang kan?

Jadi para wanita, dimanapun anda berada…Bila anda ingin memulai usaha rumahan dengan tujuan yang mulia, anda mampu memanage waktu anda dalam keluarga, anda mau konsisten dalam visi dan misi anda,….. Jangan takut, kita punya kekuatan yang tidak dimiliki oleh sebagian besar lelaki….  Mari dekatkan diri kepada Allah dan mohonlah petunjuknya…Bismillaahirrahmaanirrahiim…setelah itu melangkahlah dengan mantap…..dengarkan suara hati anda.

Semoga tulisan saya memberi sedikit kekuatan kepada pembaca yang membutuhkan….terutama yang masih ragu memulai usaha…

fauziah

Desember 27, 2007 Ditulis oleh izhayusmal | My business story | | Belum Ada Tanggapan

Bisnis Rumahan ibu rumah tangga

Assalamu’alaikum

Ini adalah posting original saya yang pertama di blog ini.  Bermula dari komentar saya di blog bpk fuadmuftie, kemudian beliau posting khusus secara meluas disertai masukan2 berharga bagi pembacanya (lihat: http://fuadmuftie.wordpress.com/2007/12/18/kreatif-membuka-usaha/ ), saya jadi tergerak untuk membuat blog pribadi untuk menceritakan lebih detail maupun memberi banyak contoh kongkrit kegagalan dan kesuksesan yang akan saya hadapi…. Dengan harapan dapat menjadi acuan pembaca sekalian dalam menentukan bisnis apa yang ingin di jalani… Saya dedikasikan blog ini untuk seluruh ibu rumah tangga pada khususnya, dan untuk seluruh para pemula bisnis pada umumnya.  Semoga bermanfaat.

 Wassalam

fauziah yusmal

Desember 24, 2007 Ditulis oleh izhayusmal | My business story | | & Komentar