Izhayusmal’s Weblog

Belajar bisnis dengan hati dan intuisi…..that’s what every woman capable of…. wanna learn how? check out my site,then..

Talk show di solo dengan H Allay

Tanggal 18 Januari 2009.

Sebagai ungkapan dukungan atas kegiatan positif saudara2 di daerah lain, tepatnya di boyolali-solo, kami sepakat untuk berangkat ke solo menghadiri undangan acara talkshow TDAsoloraya dengan mendatangkan seorang tokoh sentral yang berpengaruh besar terhadap didirikannya komunitas TDA, yaitu  Bapak Haji Allay.  Serta datang pula seorang founder TDA pusat, bapak A.R Hantiar sebagai nara sumber pendamping.

Kami, sebagai perwakilan dari management TDAS, berangkat menggunakan mobil panther sewaan sejak pukul 7 pagi berkumpul dari rumah saya.  Perjalanan cukup menyenangkan karena kami lalui dengan canda tawa yang akrab dan lepas.  Sempat berhenti sebentar menikmati kuliner khas salatiga, soto salatiga,…hmm….nyummyyyy…… dan kemudian melanjutkan kembali menuju boyolali, solo, kerumah rekan joko dari tdasoloraya.

Pencarian lokasi tidaklah terlalu sukar, jam 10 lebih sedikit kami sdh sampai dan langsung disambut hangat tuan rumah yang ramah2.   Langsung digiring menuju ke tempat duduk haji Allay, dan kami berbincang2 mengenai banyak hal dengan beliau sebelum akhirnya datang para petinggi TDA Joglo sehingga kami langsung terlibat pembicaraan yang hangat dan akrab dengan seluruh sahabat2 dari joglo itu.

Datang pula pak AR Hantiar, yang sebelumnya sdh saya kenal sewaktu di jakarta, langsung saya sapa dan segera tak lupa saya perkenalkan dengan rekan2 lain dari TDAS sebagai anggota2 dalam  management TDAS.

Acara berlangsung sangat nyaman dan asik….tak terasa sdh waktunya shalat zhuhur, seketika acara di hentikan sementara untuk shalat dan makan siang.  Setelah itu baru acara dilanjutkan kembali.

Pak Haji Allay, adalah seorang pengusaha sukses yang tetap down to earth,  beliau berhasil memanage mangga dua,tanah abang, tanah akang, dan beberapa mall lain dengan caranya yang ikhsan…, sabar dan ikhlas adalah senjatanya….  Terpancar dari kata2nya yang penuh makna, tidak ada sedikitpun nada sombong dan ria dalam ucapannya….sungguh seorang yang patut diteladani bagi kita2 yang masih muda dan baru belajar untuk mencapai sukses.  Semoga saya bisa menirunya….:) amiiinnn….

“Dalam berusaha, kuasai pasar dulu baru mulai produksi”…itu satu petuah dari beliau untuk kami2.   Dalam hati saya berujar, alhamdulillah, ya….itulah  yang saya lakukan dalam memulai usaha saya ini…dan agenda berikutnya dalam 6  bulan kedepan, insyaAllah saya sdh dalam tahap memproduksi sendiri produk jual saya…semoga terlaksana…aminn…

“Setiap permasalahan, ingat dua hal….sabar dan ikhlas…..”, itu juga petuahnya.

Nah, untuk petuah yang ini, susah jg ya… hehehhe

Tapi saya niatkan untuk berusaha mengingat2nya….

sabar dan ikhlas…sabar dan ikhlas…sabar dan ikhlas….:)

Sesi terakhir, beliau mengatakan “Percayakan pada hati….hati akan selalu menyuarakan kebenaran dan kebaikan…” Mari kita buktikan dengan mendengarkan ayat2 alquran bersamaan dengan ajakan duniawi..

Sesaat kami disuruh memejamkan mata, dan menutup telinga, mendengarkan suara2 yang diperdengarkan,  satu suara pak hantiar yang berceloteh mengenai nikmat dunia, harta dan kesuksesan dan suara satu lagi adalah suara lantunan ayat suci alquran.

Tanpa terasa, air mata saya berlinangan tanpa henti dan semakin lama semakin derasnya….saya jg ngga ngerti kenapa…tapi gak bisa dihentikan nih air matanya…duuuhh…..cengeng sekali ya? :)

Memang benar, hati kita lah yang akan memandu kita dalam kebaikan, jadi percayakan hati menuntun kita.  Saya percaya Allah lah yang menjaga hati itu….makanya suara lantunan ayat alquran benar2 dapat menyentuhnya.

Subhanallah.

Jam 4 sore kami menuju kembali ke semarang, sempat mampir di salatiga lagi untuk shalat di mesjid dan mengunjungi orang tua pak sakir yang baik dan ramah.  Bahkan di bungkusi oleh2 dari kebun sendiri…terimakasih ya mbaaah…..nyam nyam

Dijalan, ditelpon oleh anggota management TDAS yang lain, langsung sepakat bikin meeting dadakan malam itu juga di resto gong tembalang.   Sehingga sesampainya kami di semarang jam 7 malam, langsung meeting dadakan digelar untuk membahas dan mereview hasil talkshow yang dapat kami aplikasikan di semarang.  Kesepakatan dan kesimpulan telah tercapai…meeting bubar jam 9 malam.

Duh, cape sekali hari ini…

tapi sangat banyak manfaat dan progress kita, terutama untuk komunitas TDA di semarang …alhamdulillah…

semoga Allah memberikan jalan terbaikNya…

salam

izhayusmal

Januari 22, 2009 Ditulis oleh izhayusmal | TDA, TDA-semarang | | No Comments Yet

Tentang TDA Community

Berikut email dari teman baru, mba Julia….

Ass. Wr. Wb.

Pagi mbak izha….salam kenal dulu dech, namaku yulia seorang istri dan ibu dari 1 orang anak laki-laki, bekerja n seneng usaha juga loh.
Mbak izha yang cantik dan super sibuk … boleh ndak aq dijelaskan tentang TDA Comunity itu loh …aq masih belum jelas nich

Thank
salam kenal,
Julia

Wa’alaikum salam mba Julia… senang bisa berkenalan.

Tentang komunitas TDA, mungkin saya tidak banyak bisa  menguraikan secara detail karena saya bukan siapa2 di komunitas ini, dan saya baru 1 tahun bergabung, tapi anda bisa membaca2 di portal www.tangandiatas.com atau bisa menyimak ceritanya sejak awal berdirinya di blog pak roni, foundernya, di www.roniyuzirman.com ataupun blog rekan2 TDA yang lain yang bisa anda link di blogroll member TDA. 

              Saya  sebenarnya hanya volunteer saja, karena prinsip2 yang terserap dalam komunitas ini sangat sesuai dengan kepribadian dan kepercayaan saya sehari2. 
              Menurut saya, komunitas seperti TDA ini sangat diperlukan dalam kehidupan berbisnis perseorangan yang membutuhkan networking yang luas.  Kalau kita bekerja/berbisnis dengan banyak dukungan tentu akan lebih ringan melangkah, disitulah letak strategis komunitas seperti TDA ini, dimana mengalang networking yang saling memberi support tentu secara langsung ataupun tidak langsung akan mempercepat proses kesuksesan kita dalam berbisnis. 
                Sampai saat ini TDA adalah salah satu komunitas yang paling memberi nuansa positif dalam dunia kewirausahaan saya, dan terlihat sekali pengurusnya saat ini sangat serius menggalang networking yang dapat diambil manfaatnya bagi semua member. 
                  Maka, untuk memberi imbal balik dari apa yang saya dapat dari TDA, saya sekarang menjadi sukarelawan/volunteer kegiatan2 tda di semarang, membantu menebarkan nuansa positif itu ke seluruh kalangan yang semampu saya berikan.  Terutama kepada para pemula2 bisnis seperti saya di semarang, tempat saya berdomisili saat ini, yang ingin memulai usaha dan mengembangkan usaha…yang tentunya jg diharapkan menghasilkan tambahan pendapatan…
“Kalau sebatang lidi mudah patah,maka saat bersatu menjadi sapu lidi kekuatannya tentu akan lebih kokoh…”
ya itu analogi yang biasa saya gunakan untuk mendefinisikan kekuatan dalam komunitas ini.   Maka prinsip dalam TDA yaitu bersama menebar rahmat dapat benar2 terealisasi dalam komunitas bisnis saya di semarang.
Jadi, mba Julia, singkatnya TDA adalah komunitas bisnis yang prinsipnya adalah membangun networking untuk kesejahteraan bersama, dan para membernya “wajib” memahami makna dari “bersama menebar rahmat” dan hight trust community, disini member memahami “memberi” lebih diutamakan dari “menerima”, maka dari itulah  disebut komunitas TDA (Tangan di Atas) sehingga semua member diharapkan selalu ingin memberi daripada menerima.
Semoga apa yang saya uraikan  cukup memberikan  penjelasan  tentang TDA.
Salam
izhayusmal
owner cozee outlet, jl tirto agung raya no 50 pedalangan semarang

Desember 19, 2008 Ditulis oleh izhayusmal | TDA, TDA-semarang | | No Comments Yet

Sosialisasi Pestipal Angkringan 2008, Radio Suara Sakti

 

 

Dalam rangka mensosialisasikan event Pestipal Angkringan 2008, kami diundang Radio Suara Sakti Semarang (105.2FM) dalam bincang2 entrepreneur dan bisnis, hari kamis, 3 April 2008.

 

  

Saya dan Pak Tito sebagai perwakilan panitia Pestipal Angkringan 2008, diberikan waktu untuk mempromosikan event ini selama satu jam, dari jam 9.00 sampai 10.00wib. Selain itu, kami juga berkesempatan mengenalkan komunitas TDAsemarang dan mitra kami komunitas JRU kepada masyarakat semarang, yang ternyata menurut host acara, pak Doni, sudah lama dinanti-nantikan oleh masyarakat semarang yang menginginkan sarana komunikasi dan komunitas yang dapat bermanfaat dalam memulai berwirausaha. 

Wawancara berlangsung sangat hangat dan santai, dan disertai gelak tawa dan canda. Antusias pendengar pun cukup baik, bahkan sampai akhir acara masih sempat menerima telpon dan sms dari pendengar setia Radio Suara Sakti, yang beragam bentuk pertanyaannya.

 

Semangat berwirausaha masyarakat semarang, tentunya harus disikapi dengan dukungan.  Dipundak para wirausaha inilah tonggak perekonomian daerah dan bangsa akan terangkat.  Daripada mengharapkan bantuan dari pihak lain yang tak kunjung datang, bukankah lebih baik kita memulainya dari usaha kita sendiri walau dari hal kecil sekalipun. 

 

Para pelaku usaha selayaknya saling bergandengan tangan, bersinergi bersama2 membentuk kekuatan yang saling mendukung satu sama lain…nah, disitulah keterlibatan komunitas bisnis TDA akan berfungsi, dimana semangat berbisnis yang “action oriented”, menjiwai nilai “bersama menebar rahmat” dilengkapi keyakinan  ”silaturahmi membawa rezeki” akan memberikan dampak yang cukup berarti. 

 

Dengan komunitas yang memiliki semangat dan visi yang sama, kebersamaan yang terjalin diharapkan akan meringankan kesulitan yang selama ini ditangani sendirian… dan kelak halangan2 bisa menemukan solusinya, sehingga sesuatu yang tidak mungkin akan menjadi mungkin dilakukan. Selama ada kemauan, pasti akan ada jalan…. Tinggal tergantung individunya saja…memilih menjadi “pelaku” atau hanya sebagai “pengamat” saja..? (Baca:  Doers vs Watchers)

 

 

If there’s a will, there will be a way… Realize that whatever you desire is already available to you

 

 

Salam

Izha Yusmal

http://izhayusmal.wordpress.com

April 13, 2008 Ditulis oleh izhayusmal | Pestipal Angkringan, TDA, TDA-semarang | | & Komentar

After Milad2 TDA…sebuah review

Sehari setelah milad diselenggarakan, pak Roni mengundang para peserta dari luar kota untuk berkumpul di sarinah thamrin jam 9 pagi.  Berhubung agenda saya hari itu adalah belanja produk2 tasik, maka sejak pagi2 sekali jam 5 saya sudah melaju menuju tanah abang. Tepat jam 9pagi saya sudah parkir di depan Mc Donald Sarinah Thamrin, celingak-celinguk sebentar di pintu depan, lalu kemudian saya lihat di ujung ruang ada dua sosok lelaki yang sedang berdiskusi.  Salah seorangnya saya kenali yaitu pak Roni sang jendral TDA.  Segera aja saya dekati dan langsung memperkenalkan diri.  Tak lama, berdatanganlah rekan2 dari luar kota seperti surabaya, solo, jambi, jogja, dan juga dari jakarta sendiri.  Pak Roni ditemani pak Agus Ali, Pak Agustav Alvie, dan ibu Yulia memberikan banyak cerita2 sukses dan sharing problem solving yang tentunya akan bermanfaat bagi kami2 yang pemula.  Kemudian ada undangan dari Pak Haji Alay yang disampaikan oleh pak Edi S Kurniawan (yang juga karyawannya), untuk bertemu langsung di kantornya di Tanah Abang.  Wah, kesempatan yang tidak boleh dilewatkan nih, bathin saya….           

Pertemuan di sarinah selesai sekitar jam 11.30, saya berkumpul kembali dengan beberapa rekan yang semuanya lelaki untuk makan siang bersama untuk kemudian bersama pula menemui Pak Haji.  Ada Pak Hantiar, Pak A.Intan (kediri), Pak Edi, Pak Irwan, dan 3 orang lagi yang saya lupa namanya (maaf ya bapak2, kemarin lupa nanya namanya…hehehe…:)).          

Lalu kami bersama2 menuju Tanah Abang sekitar jam 12.00.  Disana kami bertemu dengan beberapa rekan yang tadi terpisah dari sarinah, lalu dg diantar pak edi kami ditunjukkan beberapa toko milik pak Haji.  Wah, lengkap sekali, semua ada…dari perlengkapan muslim sampai perlengkapan bayi, segala pakaian beserta perlengkapannya tersedia semua.  Lokasi toko pak Haji tersebar di seluruh kawasan Tanah Abang, yang paling mudah dijangkau adalah di Blok F3, gedung baru yang berada di sebelah kanan bangunan yang berwarna hijau.  Kalau dari depan, bisa dilalui melaui jalan samping kanan bangunan hijau yang dipakai untuk parkiran sepeda motor, terus saja lalui di sisi kanan hingga tembus sampai ke blok F3nya pak Haji.

Setelah shalat dhuhur, kami berkumpul di kantor pak Haji, beliau begitu ramah dan sangat sangat bijaksana. Betapa tidak, setiap wejangannya diawali dengan ayat2 alqur’an, menunjukkan kedekatannya pada Yang Maha Mencipta. Sungguh suatu kehormatan bagi saya dapat mengenal beliau secara personal….Salam Hormat saya dari semarang, pak Haji…Semoga Allah senantiasa melindungi dan memudahkan jalan bapak….Amin

Februari 2, 2008 Ditulis oleh izhayusmal | My business story, TDA | | & Komentar

Milad TDA2…sebuah review (2)

Jam menunjukkan pukul 9.15 wib, saat dua mc, pak iim dan pak agus ali keluar ketengah panggung.  Walau terlihat spontan, tapi mereka cukup kompak dalam menjalani tugasnya.  Acara diawali oleh penjelasan oleh pak Roni Y mengenai TDA, lalu penyerahan award dan penghargaan, semua tertata rapih dan cukup “heboh” diselingi humor2 yang disajikan, terutama oleh bu aning yang benar2 membuat saya geli oleh tingkah polahnya yang lucu dan menggemaskan.  Yang membuat saya takjub adalah usia ibu aning yang sudah “cukup banyak”, tapi gaya dan penampilanya seperti usia remaja saja….luarrr biasaa..!  Huebat tenan, mami aning ini…. :)

Acara bergulir dengan tertib.  Sesi demi sesi yang lebih detail mengenainya dapat dilihat di sini atau disini 

Talk show terakhir menampilkan Pak Perry T, pemilik 96 buah FO di bandung, sbg mistery guest yang dijanjikan pak Roni.  Gayanya sangat lugas, apa adanya & spontan.  Beliau menceritakan tentang awal mulanya berdagang kaus di lapak2 yang belum tersentuh produk sejenis yang dijajakannya, seperti di resto, pompa bensin, toko kaset, dll…intinya beliau mencontohkan untuk “membentuk” pasar baru, bukan mengikuti pasar yang sudah ada. 

Dan pesannya dalam menanggapi pertanyaan peserta yang masih bingung memulai usaha, sangat simple,…”ukurlah kerugian anda dalam memulai usaha, bila ruginya tidak akan membuat anda melarat ya segeralah memulainya”.

Misal, anda punya tabungan 10juta, 2jutanya anda pakai untuk usaha, sehingga kalau rugi anda kehilangan hanya 1/5 dari tabungan anda dan anda merasa tidak melarat karenanya, ya segeralah untuk memulai usaha anda….  Begitulah kira2…

Bagi saya pribadi, yang paling berkesan adalah sesi pak Yusef yang benar2 dapat membuka mata atas apa yang “kita miliki”.  Bagi yang tidak datang, saya akan coba deskripsikan ya? 

Yang dilakukan oleh pak Yusef adalah mendengarkan kami musik yang lembut dengan mata terpejam, diselingi oleh kata2 motifasi dari pak Yusef yang menghipnotis, menyadarkan bahwa kita “punya” kekuatan dalam diri kita.  Kita adalah manusia yang memiliki segala perangkat untuk melakukan sesuatu.  Kesempurnaan fisik salah satunya.  Betapa kita tidak menyadari hal ini, sehingga kita melupakannya sebagai salah satu faktor “strength” dalam analisa SWOT kita.  Dalam keadaan “mulai’ sadar akan kekuatan fisik kita itu, pak Yusef menyuruh kita membuka mata untuk menyaksikan cuplikan video yang diiringi musik penyemangat, seperti “we are the champion” dari Queen….Isi cuplikan video tersebut adalah beberapa shot perjuangan para atlet yang jatuh bangun berusaha memenangkan sebuah olimpiade.

Sungguh membuat mata berair menyaksikan usaha atlet2 yang (maaf) cacat fisiknya dalam menggapai kemenangannya…  Subhanallah…Allahu Akbar…begitu saya berucap berulang2 tanpa mampu menghentikan derai air mata….betapa perjuangan saudara2 kita di video itu lebih sulit dari apa yang kita hadapi sebagai manusia yang masih dipinjamkan tangan & kaki oleh Allah, dan mereka dengan keterbatasannya masing2 terbukti MAMPU membuktikan menjadi yang terbaik dan sekaligus menjadi pemenang dalam perlombaan yang bahkan sulit dilakukan oleh orang yang normal sekalipun.  Subhanallah, betapa Allah Maha Adil terhadap umatNya…

Januari 31, 2008 Ditulis oleh izhayusmal | TDA | | 1 Komentar

Milad2 TDA…. sebuah review (1)

Adzan subuh terdengar sayup-sayup dikejauhan, memberikan saya tambahan semangat untuk segera bangun dari tidur singkat saya pagi itu.  Maklum, sehari sebelumnya saya menghadiri acara keluarga yang baru berakhir tengah malam.  Rasa kantuk yang sangat masih tertinggal di kepala saya, tapi saya kuatkan diri untuk segera bergegas bersiap-siap Karena moment ini memang sudah saya nanti2kan sejak sebulan terakhir sejak saya menjadi anggota TDA.           

Setelah sholat subuh, segera saya persiapkan kebutuhan daffa, putra saya yang masih berusia 3,5th. Kemudian saya segera bersiap.  Jam menunjukkan pukul 6.15 wib saat mobil saya keluar dari pintu gerbang rumah orang tua saya untuk menuju hotel ibis tamarin, dimana tempat suami saya menginap malam itu setelah 2minggu sebelumnya berada di jati luhur untuk menjalani rangkaian pelatihan managerial dari kantornya.  Kebetulan sekali, lokasi hotel ibis yang terletak di jalan kebon sirih itu hanya berjarak kurang dari 1km saja dari gedung BSM tempat diselenggarakan milad 2 TDA.  Sungguh suatu kebetulan yang menyenangkan…         

Jalan menuju hotel kami lalui dengan berputar2, karena banyak ruas jalan yang ditutup untuk acara yang diadakan presiden SBY di sekitar monas.  Jam menunjukkan jam 7.15 saat saya sudah berada di lobby hotel ibis tamarin.  Ngobrol2 sebentar dengan suami, sambil menemani daffa menikmati sarapan paginya, tepat jam 8.20 saya pamit kepada keduanya untuk pergi ke gedung BSM.          

Sampai di lobby, saya sudah ditunggu oleh pak ichsan dari jogja, sponsor saya di komunitas TDA.  Kami memang janjian ketemu di lobby sebelum akhirnya naik ke lantai 11 bersama-sama.  Beliau begitu ramah, sehingga saya tiidak ingat lagi bahwa itulah pertamakali kami berjumpa.  

Pendaftaran ulang sangat tertib, dengan meyerahkan copy undangan dan bukti transfer, kamipun dibagikan kantung cantik berisi beberapa exemplar informasi dan majalah.  Lalu kami dipersilahkan untuk masuk ke ruang coffee-break, dimana telah tersedia minuman dan kue untuk para tamu undangan.  Terlihat sangat terorganisir dengan baik, hmmm….awal yang sangat sempurna, bathin saya.         

Karena saya sudah sarapan di hotel, maka saya hanya mengambil secangkir teh hangat lalu menepi di salah satu sudut ruang untuk mengamati wajah2 disekitar.  Saya baru tersadar, pak ichsan sudah tidak saya lihat disekitar saya, cukup lama saya celingukan saja mencari wajah2 yang mungkin saya kenali atau mengenali saya….sayang….tidak ada… L  Menyesal sekali saya baru tersadar, bahwa saya lupa membawa kacamata minus saya, sehingga saya tidak dapat melihat dengan jelas wajah2 tersebut dalam jarak yang cukup jauh.         

Tidak menunggu lama setelah saya menghabiskan isi cangkir saya, segera beranjak menuju ruang utama.  Saya tehenyak melihat banyaknya jumlah kursi yang terjajar dalam ruang utama, berbaris rapat2 dalam 4 lajur memenuhi ruang hingga mendekati pintu masuk.  Baru kemudian saya ketahui, bahwa jumlah kursi yang tertata itu berjumlah lebih dari 450 buah….Luar biasa….  Saat saya mendaftar saya ada di urutan 241 dan saya fikir saya adalah termasuk orang terakhir yang mendaftar karena baru bergabung beberapa minggu sebelumnya.         

Teringat bahwa saya lupa membawa kacamata, saya pilih kursi yang dekat dengan panggung dan layar, agar bila ada tulisan yang harus saya baca atau wajah yang harus saya ingat, saya cukup mudah melihatnya….tanpa saya sengaja, ternyata saya duduk di deretan kursi yang kemudian juga dipilih oleh para tokoh di milis TDA, seperti pak wuryanano, pak roni yuzirman, pak bambang, pak adib, pak hertanto, dan bahkan pak haji alay yang tersohor itu…mereka duduk tepat di depan saya yang berada di deretan ke tiga….  Sungguh suatu kebetulan (lagi) yang menyenangkan…Betapa tidak, tiap ada anggota yang mau berfoto dengan para tokoh tersebut, wajah saya juga ikut menjadi backgroundnya sih…hehe…  

Januari 29, 2008 Ditulis oleh izhayusmal | TDA | | & Komentar