Help…..what should i do?

Standar

Di awal saya memulai bisnis rumahan ini, action pertama saya adalah belanja produk jual di jakarta  secara grosiran…cukup banyak, satu bagasi mobil….. :0 🙂 Sampai di semarang, action ke2 saya adalah memilih rekanan bisnis…. orang pertama adalah sahabat saya sendiri yang bekerja di pabrik… orang k2 adalah guru playgrup anak saya…. orang k3 adalah seorang ibu rt biasa… orang ke4 seorang wanita muda yang bekerja pada yayasan PKPU yang sering datang ke rumah…. orang ke5 adalah guru TK yang juga teman ngaji saya….  Kelima orang ini, tentulah memiliki karakter dan cara masing2 dalam menunaikan tugasnya sebagai marketing produk…. tapi garis besarnya, mereka menjajakan produk secara door to door atau direct selling…  Dalam 2minggu pertama, hampir 50% produk sudah terjual, baik secara tunai maupun kredit max.2 bulan. 

Action ke3…..Untuk mengisi lagi stock produk, saya menggunakan internet untuk belanja secara online.  Sehingga tiap senin dan/rabu saya menghadirkan produk2 baru.  Ada beberapa website yang sudah menjadi langganan tetap saya, karena segmen pasarnya sesuai dengan yang diinginkan marketing saya.  Sesekali saya ajarkan sebagian dari mereka untuk menggunakan perangkat internet, selain juga sebagai pembelajaran bagi mereka yang selama ini “belum melek” internet. Kemudian keluarlah ide, bagaimana kalau rekan2 marketing saja yang memilih langsung produk2nya karena toh tentunya mereka yg paling tau orang2 sekitar seleranya bagaimana….  Naaa, inilah action ke 4…. saya berikan training secukupnya mengenai internet dan webstore… pada akhirnya 3 dari 5 marketing saya memilih sendiri produk2 yang mau dijualkan pada pangsa pasar mereka masing2… mengenai keuntungan saya terapkan sistem negosiasi yang sangat flexibel, yang jelas saya tidak pernah ambil keuntungan besar, tidak lebih dari 5000 rupiah saja per item, itupun sudah termasuk ongkos kirim paket, dan terlebih bisa mereka bayarkan setelah barang tersebut laku….kalau tidak laku, ya masuk dalam inventaris gudang saya dan akan saya rolling ke marketing yang lain…  Cukup Adil bukan?  Cara ini ternyata cukup efektif, terbukti omzet penjualan mencapai 200pcs di bulan pertama…. walaupun saya belum memperoleh keuntungan karena uang setoran mereka digunakan lagi untuk belanja di internet… 🙂 tapi sungguh suatu kebahagian tersendiri mengenalkan internet kepada jiwa2 yang belum tersentuh karena faktor biaya…

 Setiap kali memesan, saya menggunakan jasa sms-banking BNI, jadi saya tidak perlu keluar rumah, tinggal sms saja.  Adakalany rekan2 titip uang untuk membeli produk2 lain melaui internet untuk keperlaun pribadi….  Termasuk si ibu guru playgroup yang begitu excited mendapat “ilmu” baru dalam memulai bisnisnya sendiri kelak…  Siapa tahu dari sini, ia akan jadi pembisnis ulung dari pelosok terpencil kota semarang ini…. semoga saja.

Action ke 5…. saya mengantarkan sang guru TK untuk membuat account BNI yang dilengkapi sms-banking… saya ajarkan bagaimana menggunakannya, agar kelak bila saya berhalangan, beliau dapat menjadi perantara rekan2 lain untuk meneruskan bisnis tanpa saya..

Sebenarnya semua berjalan cukup lancar, tapi ada saja lubang2 dan gelombang2 yang harus kita hadapi bersama….  salah satu contohnya saat kita “terpedaya” karena bertransaksi dengan website yang kurang maksimal dalam pelayanan.

Sayang sekali, hal ini dialami oleh sang guru playgroup dan guru TK… suatu “kecelakaan” yang berdampak cukup besar… karena pemlik website yang kurang profesional dalam melayani.  Saya jelaskan sebisa saya, bisa jadi ini hanya kesalahan teknis, tapi tetap tidak menolong saya untuk meluruskan kembali semangat kerja rekan2.  Uang yang dikumpulkan rekan2 guru dari penghasilan mereka (yang tentunya cukup terbatas) sudah di transfer tapi produk2 pesanan tidak diberikan sesuai jumlahnya atau beda dari yang diinginkan…dan ini berulang kali dilakukan oleh website tersebut,….  sebenarnya bagi saya pribadi, karena bukan saya yang ingin produknya, tidak terlalu berdampak besar, walau akhirnya saya ikut urun serta menanggung biaya dari produk yang kesalahannya dari website tersebut, yah saya pikir saat itu ini hanya “kecelakaan kecil” saja lah……..  tapi yang menjadi ganjalan dalam hati saya adalah kekecewaan yang terpatri di hati dari rekan2 ini yang sungguh dalam dan membuat saya ikut terbawa emosi dan sedih.  Kedua guru, yang notabene saya tahu penghasilan kecilnya digunakan sebagian besar untuk modal ini ternyata berakhir kekecewaan panjang yang sungguh membuat saya tidak bisa berkata2… dan yang menyakitkan bahwa untuk meminta kembali sisa uang yang tidak seberapa jumlahnya saja harus dipermainkan, mereka merasa di pelakukan seperti “orang kampung” oleh “orang jakarta”….. waduh…waduh….piye ki???

Untuk kali ini, saya tidak bisa berbuat apa2 selain mencoba menghubungi pemilik website, baik secara online maupun sms…  Tapi yah, apa boleh buat, semua tidak direspons dengan semestinya… istilahnya “di cuekin” kata orang jakarta……mungkin benar ungkapan rekan2 saya itu….  saya yang sekarang di semarang, mungkin memang dianggap “orang ndeso”…. duh, sedihnyaaa..  😦

Hal ini sudah berlalu dua bulan lalu….. keikhlasan pun sudah mulai kami dapatkan kembali….. yang hilang biarlah hilang, kekecewaan biarlah terobati dengan kesibukan…..

Sampai akhirnya,….  saya temukan website yang sama mempromosikan diri dalam mailing list….  oooo, terbakar kembali jiwa ini untuk menyuarakan luka, gatal sekali tangan ini untuk menulis ungkapan hati…. kembali tersulut emosi ini….. rasanya ingin menantang sang buronan face to face layaknya adegan duel dalam cerita2 koboy…(eh, gak gitu deehhh).. Tapi yang jelas suara ini selalu mengiang ditelinga saya…….

“Ayooo…hadapi saya!!!!  Selesaikan masalah anda dengan rekan2 saya…. ”   Tapi….semua hanya tercekat dalam tenggorokan…. hkkkkkk…  hkkk…hkkkkkk…. sakit sekali menahan rasa kecewa, ingin bicara tapi tak bisa… ingin cerita tapi terkendala… Akhirnya saya harus mengakui…..  “Tidak ada lain yang bisa saya lakukan, maafkan saya kawan2…… maafkan “  

Dengan kegalauan hati yang masih tersisa,

fauziah

Iklan

About izhayusmal

My name is izha yusmal, family used to call me izha. Born at jakarta, may 9th 1973. Graduated in 1997 from Trisakti University (jakarta), continuing Magister of Management Labora University. I love to socializing and gather with positive-minded persons, thats why i became "the provocator" in a business community called "Tangan Diatas-Semarang" in 2008. In this blog, i want to inspire as many people as i could and encourage them to find their own positive energy...

5 responses »

  1. Mbak Fauziah yang baik hati, ini bukan sekedar memuji.. 😉 Dasarnya kan tulisan-tulisan di blog ini.

    Kisah anda di atas itu menunjukkan kesungguhan hati anda untuk berbagi pengetahuan dan bisnis dengan para ibu rekan-rekan anda.

    Jika kita berbisnis dengan rekan-rekan sendiri, yang telah kenal dekat dengan kita, dan bisnisnya dengan cara kekeluargaan seperti itu, maka kalau ada kasus seperti ini… biasanya peran emosi kita lebih kuat pengaruhnya.

    Ini harus bisa kita maklumi juga, apalagi kita ini kan orang baik-baik ya.. 🙂 Sehingga rasa empati kita kadang cenderung keluarnya terlalu besar… kurang proporsional.
    Nah, kalau segala hal sudah kurang proporsional, akan berdampak minimal “rasa tidak enak hati” pada diri kita sendiri.

    Ok, saya pikir masalah “rasa” ini yang bisa mengatur yaa Mbak Fauziah sendiri. Cobalah mengatur nya dengan proporsional. Coba gabungkanlah perpaduan antara kekuatan pikiran dan kekuatan emosi, sehingga itu akan menjadikannya seimbang dan proporsional.

    Tentang website bisnis yang tidak proporsional, dan anda ketahui ikut promosi di milis, ini bisa anda sikapi juga secara proporsional.

    Dengan kata lain, anda boleh saja mem-posting berita/cerita mengenai kekecewaan anda berbisnis dengan website tsb di milis, dengan disertai bukti-bukti yang menunjang. Ini justru akan membantu orang lain, agar berhati-hati, jika berhubungan dengan website bisnis yang tidak profesional itu. Saya yakin Moderator milis akan meng-approve-nya.

    Nah, kalau postingan anda mengenai hal tsb sudah dimuat di milis, maka website bersangkutan tidak bisa main-main lagi dalam menjalankan bisnis webstore nya.

    Postingan anda di milis, boleh juga anda tunjukkan ke rekan-rekan bisnis anda, sekalian memberikan pengertian dan empati yang proporsional sifatnya.

    Semoga bisa membantu. Tetap semangat, maju terus pantang mundur! Hehehe…seperti lagu wajib ya.. 😉

    Salam Luar Biasa Prima!
    Wuryanano

  2. sabar ya bu,memang transaksi online begini masih blm aman,duit dah di transfer langsung pura2 bego,itu lah manusia,sama aja dia nutup pintu rejekinya sendiri. Bisnis gini kan harus ada landasan kepercayaan. Next,mending transaksi pertama di lokasi langsung,setelah itu baru online,namanya manusia, susah ditebak

  3. salam kenal buat mbak fuziah, wah salut juga dengan usahanya. saya juga lagi merintis usaha, tadinya mo jualan makanan tapi ada kendala sekarang lagi mencoba bisnis jadi distributor sekaligus retail kecap dari kebumen “kecap banyak mliwis” memang gampang2 susah mengubah selera lidah..
    mbak fauziah domisili di semarang ato dimanan, saya domisili di semarang, sapa tahu kapan2 bisa kerjasama buat bisnisnya 🙂

  4. Bu Fauziah, terimakasih sudah jadi mampir di ruko saya. Mohon maaf kalau pelayanannya kurang optimal 🙂

    Melihat semangat Bu Fauziah, mudah2an usahanya bisa melesat, dan hambatan / gangguan kecil spt yg Bu Fauziah hadapi mudah2an tidak akan mengurangi semangat Bu Fauziah untuk maju. Dan seperti pesan Pak Wuryanano, hadapi secara proporsional Bu.

    Wassalam
    Fuad Muftie

  5. izhayusmal@wuryanano…maturnuwun sangeeet njiiih pak…:) Salut..!! bapak memang motivator sejati….tulisan bapak NGENA banget!!!.. Beruntung sekali saya mendapat pencerahan yang “tepat pada sasaran” seperti yang bapak tulis dan lewat japri…saya harus belajar banyak dari bapak, agar saya lebih “waras” dalam menyikapi masalah…
    Semoga optimisme yang bapak tularkan pada saya dapat juga saya transfer kepada rekan2 kerja dan orang2 sekitar saya… salam hormat untuk bapak dan keluarga…

    izhayusmal@siedina…thanks a lot, jeng…thanks for being such a good friend to me…hmmmuah..

    izhayusmal@rommy….. salam kenal juga mas rommy…. ya, saya domisili di semarang saat ini, monggo, saya sih terbuka untuk segala kerjasama yang saling menguntungkan…semakin banyak keluarga dan sahabat yang sejalan semakin mudah kita menjadi orang2 yang bermanfaat bagi orang lain… salam persahabatan untuk mas rommy…

    izhayusmal@fuad muftie… terimakasih banyak pak fuad,…senior yang baik dan sangat pengertian…. saya senang sekali bisa berkunjung ke toko bapak…besar sekali ya? dan sangat nyaman, apalagi disediakan minuman dingin dan semangkuk bubur ayam…wah,wah,wah….saya rekomen banget untuk teman2 lain mampir juga ke sana deh… dijamin kenyang..hehe…salam hormat untuk ibu, terimakasih atas keramahanya….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s