Otak kanan-otak kiri…apa bedanya?

Standar

                Setiap manusia memiliki kecenderungannya masing2 dalam penggunaan otak kanan atau otak kiri, baik sadar ataupun dibawah sadarnya.  Hal ini bergantung pada banyak faktor yang mempengaruhinya sejak masih kecil bahkan sejak dalam kandungan.  Kecenderungan berpikir dengan otak kanan ataupun  kiri merupakan hasil dari suatu proses yang sangat panjang dan yang tak boleh kita lupakan adalah kecenderungan ini adalah suatu berkah ciptaan Allah, Sang Maha Pencipta.

                Dikarenakan kedua kecenderungan berpikir ini, baik dengan otak kanan maupun dengan otak kiri merupakan ciptaan Allah, maka ada baiknya kita masing2 membuka diri untuk menyelami dan menghayati keperbedaan ini, dengan sikap yang positif.

Untuk memahami fungsi otak kita, saya coba uraikan sebagai berikut:

Otak kanan– KREATIF — Bentuk, Intuisi, Lagu &musik, Warna warni, Simbol, Gambar, Imajinasi, Menghayal

Otak kiri — ANALITIK — Bahasa verbal, Matematika, Logika, Angka2, Urutan2, Penilaian, Analisis, Linier

(sumber dari seminar optimalisasi potensi diri by Yusef J Hilmi, solo maret 2008)

 

                      Dari penjabaran diatas, kita dapat simpulkan betapa perbedaan “bahasa” diantara kedua sisi otak kita adalah tidak sama.  Seorang yang memilih jurusan, profesi atau pekerjaan berdasarkan kemampuan otaknya dalam mencerna “bahasa” pikiran, tentunya telah terbiasa menggunakan bagian otaknya (kanan atau kiri) sehingga bagian tersebut lebih banyak berperan dalam kehidupannya sehari-hari.  Sehingga  adalah kurang tepat, bila serta merta seorang seniman musik dipaksakan bekerja untuk menghitung angka2, rumus2 dan analisa.  Demikian juga sebaliknya, adalah kurang tepat bila serta merta seorang financial analisis dipaksakan bekerja untuk hal2 yang bebahasa symbol, imajinasi dan gambar abstrak. 

Selayaknya kita menganggap kecenderungan ini bukan sebagai suatu kelemahan, tapi justru menjadi suatu kelebihan pada tiap individu.  Kelebihan yang bila diolah dengan baik akan menghasilkan KEKUATAN dalam diri individu itu sendiri. .

  

Bayangkan bila kedua kekuatan ini dapat digunakan secara adil, seimbang dan harmonis dalam suatu frame kehidupan atau kemitraan, akan menjadi suatu kekuatan yang luar biasa, karena tentunya bisa saling mengisi dan saling melengkapi.  Penyeimbangan antar kedua fungsi otak kanan dan kiri inilah yang akan memberikan kontribusi pemikiran yang lebih  baik daripada pemikiran yang hanya condong pada satu sisi otak saja.  Namun sebagai individu yang berbeda, tentunya kendala2 pemahaman “bahasa otak” akan sedikit mengalami adaptasi, dan hal ini dapat diatasi bila kedua pihak saling bertoleransi dan berpikiran positif.

                Dengan memahami fungsi otak dan kecenderungan penggunaannya bagi tiap individu ini, diharapkan kita mampu mengenal karakter dan kemampuan orang lain yang berinteraksi dengan kehidupan kita.  Baik itu teman, sahabat, karyawan, teman bisnis, pembantu rumah tangga, anak, tetangga, mertua, pasangan kita…siapa saja.  Sehingga di setiap benturan2 yang terjadi dalam hubungan antar manusia yang satu dengan lainnya, dapat kita sikapi sebagai suatu perbedaan yang positif.

   

 

Semoga bermanfaat,

Wassalam

Izha yusmal

Iklan

About izhayusmal

My name is izha yusmal, family used to call me izha. Born at jakarta, may 9th 1973. Graduated in 1997 from Trisakti University (jakarta), continuing Magister of Management Labora University. I love to socializing and gather with positive-minded persons, thats why i became "the provocator" in a business community called "Tangan Diatas-Semarang" in 2008. In this blog, i want to inspire as many people as i could and encourage them to find their own positive energy...

22 responses »

  1. saya ingin sekali melatih otak kiri saya dengan lebih baik.
    karena kecenderungan orang yang berpikir dengan otak kiri, akan lebih dahsyat dalam cara melihat suatu masalah dan mengambil keputusan.

    mohon kiranya jika Mba Izha ada artikel mengenai hal ini, saya boleh di share dong Mba..

    terima kasih..
    salam

  2. halo yuli,
    Apa iya orang yang cenderung berfikir dengan otak kiri akan lebih dahsyat menghasilkan sesuatu?????

    Saya malah cenderung untuk tidak berpihak ke pada salah satu sisi otak mana yang terbaik memberikan problem solving yang “dahsyat”, tapi justru keseimbangan kedua sisilah yang menghasilkan sesuatu yang luar biasa.

    Otak kanan sebagian terbesar pengaruhnya karena kebiasaan…satu diantaranya terbiasa untuk berkreativitas.
    Kreativitas dalam berimajinasi, menghasilkan kreativitas dalam problem solving.

    Sedang otak kiri, dimana sejak kecil kita “dididik” untuk dominan menggunakannya dalam kurikulum sekolah, menghasilkan kemampuan analisa yang berpusat pada logika dan penilaian.

    Jadi, Menurut pendapat saya, yang dahsyat dalam problem solving ataupun segala hal, adalah….karena dijaganya “keseimbangan” antara otak kanan dan kiri….yaitu sisi kreatif dan sisi logika/analitik. Kalau menggunakan prosentase….penggunaan kanan berperan 50% dan kiri 50%.

    Misal, saat anda pusing dengan pembukuan akutansi yang penuh angka2 yang harus di jumlahkan secara benar dan akurat, lakukanlah perhitungan itu sambil mendengarkan musik instrumen lembut yang anda sukai. Biarkan kedua sisi otak anda “bekerja” dengan waktu yang bersamaan…otak kiri akan bekerja secara analitik menghitung angka, dan otak kanan bekerja secara imajinasi positif dan menenangkan jiwa anda.

    Susah memang bila belum terbiasa….tapi coba saja beberapa saat. Anda akan merasakan bahwa pekerjaan penghitungan akutansi yang selama ini memberikan efek sakit kepala, secara berangsur akan terasa nikmat dikerjakan. Sehingga hasil pekerjaan itu akan jauh lebih baik.

    Sama halnya untuk pekerjaan lainnya…
    Saya sendiri telah melakukannya sejak tahun 1989… sejak saya masuk SMA saya merubah kebiasaan belajar saya dengan belajar sambil mendengarkan musik. Ternyata Rangking saya langsung melesat ke urutan teratas dan kemampuan belajar dan konsentrasi saya semakin meningkat.

    Hingga kini saya masih terus “berlatih”…melakukan banyak hal dengan kadar konsentrasi yang sama sekaligus… ternyata semakin terbiasa kita mekukannya semakin mampu kita bermulty tasking….

    Selamat mencoba dan berlatih,

    Salam
    izhayusmal

  3. mbak,, aku muu otak kanan saya lebih mendominasi..
    bagaimana menurut mbak? tapi apakah bisa mengakibatkan orang menjadi gila jika otak kanannya lebih mendominasi??

  4. izha@putra.. waduh mas…kecenderungan berfikir dengan otak kanan (ataupun kiri) semestinya tidak akan membuat orang jadi gila.. Kerusakan otak atau traumatik pada otaklah yang “mungkin” bisa berakibat fatal seperti itu. Berhubung otak kanan bermain dengan bahasa Bentuk, Intuisi, Lagu & musik, Warna warni, Simbol, Gambar, Imajinasi, Menghayal…maka saran saya banyak2 lah berlatih dengan bahasa2 tersebut. Siapa tau mas putra bisa makin bisa mengandalkan sisi otak kanannya…semoga…:)

    izha@moch_notluz…loo…saya jg bingung to mas…hehehe.

  5. Anak perempuan saya (19 bln) dari kecil lebih aktif menggunakan tangan kiri. Saya takut dia menjadi kidal. Apakah itu tidak masalah bu? Kemudian kata sdr saya, tidak apa-apa krn itu berarti melatih otak kanan-nya untuk lebih aktif. Apakah itu benar? Terima kasih ya bu atas perhatiannya.

    • Mohon maaf ya bu…saya bukan ahlinya, tapi mungkin saya bisa memberi sedikit contoh kondisi2 real sekeliling yang saya perhatikan. Keponakan dan anak saya dulu juga begitu, senang menggunakan tangan kirinya. Namun menjelang dua setengah tahun sdh terbiasa lebih menggunakan tangan kanan, karena dibiasakan sejak awal sekali saat saya mengetahui kegemarannya mengambil dengan tangan kiri. Saran saya, ibu saat ini sdh sering2 mengingatkan anak ibu untuk mengambil dan menggunakan tangan kanannya…bahkan anak usia 16 bulan sdh mengerti perintah2 sederhana dari ibunya, seperti memberi salam dan menerima dengan tangan kanannya.
      Tidak ada yang salah dengan tangan kidal, bu….jadi tidak usah ibu khawatirkan.
      Memang secara umum diketahui, otak kanan mengatur anggota tubuh kiri, dan otak kiri mengatur anggota tubuh kanan, jadi secara logis bisa saja pendapat saudara ibu itu ada benarnya. Salam

    • Tentusaja semua itu di pengaruhi otak kita pak…hanya saja kecenderungan penggunaannya sejak kecil yang membuat salah satu sisi menjadi lebih dominan dibanding sisi lain… tidak berarti buruk, namun bila kedua sisi dapat berfungsi secara seimbang daya kekuatan dan efektifitasnya ternyata lebih baik.

  6. saya lebih dominan memakai otak kiri saya, namun saya merasa tu begitu tidak seimbang bahkan seingkali saya merasakan sakit pada bagian kepala sebelah kiri saya…
    Pa lagi saat ni dalam penghapalan saya sangatlah bodoh terutama bidang sains yang saya tekunin banyak menghapal hal hal warna..
    gmn… ya. saya begitu tersiksa jika hrs seperti ni… sya ingin adanya kesimbangan pada otak kiri – kanan saya. Mohon saran untuk mengembangkannya…

    • Maaf ya lama membalasnya…:)
      Mba nilam…. banyak faktor yang membuat sakit kepala anda saat digunakan…bisa biologis ataupin bisa psikologis…
      Kalau secara biologis, sebaiknya mba datangi dokter untuk mengkonsultasikannya…
      Kalau secara psikologis…banyak hal yang bisa membuat mbanilam lebih rilex dan enjoy menghapal…selain dengan terapi musik instrumen, udara yang segar, suasana yang nyaman, bebauan yang menyegarkan, bahkan sampai teman camilan yang “menggemukkan”…:)….:)… Menyeimbangkan kedua sisi otak tentu tidak serta merta langsung instant, bisa karena biasa…jadi perlu waktu.
      Akhir2 ini banyak terapi2 yang mengaktifkan otak tengah, yang fungsinya antara lain untuk membuat daya ingat dan konsentrasi otak kita lebih maksimal dan efektif..mungkin mba nilam bisa search di google mengenainya dan mengikuti pelatihannya. Semoga berhasil.

  7. assalamualaikum,, izhayusmal, termakasih tulisannya sangat bermanfaat, kl sy merasa terlalu sering menggunakan otak kanan dalam segala hal, misal bekerja pun sambil menyanyi,, memang terasa enteng,tapi seperti jadi terbiasa ,, mksdnya kalau ada masalah yang perlu penanganan secara logika,, seperti mesin rusak ,, berpikir saya aga lama,,,bahkan tidak bisa.akhirnya yang membetulkan temen saya,, padahal sy tau penyebabnya. gmn solusinya ya??mohon sheringnya:)

    • Waalaikum salam, Maaf membalasnya terlalu lama ya?…
      Maswalaya…. ada pepatah “bisa karena biasa”…itu berlaku untuk semua.
      Jadi semakin sering dibiasakan semakin bisa memanfaatkan secara maksimal….musik adalah salah satu media yang akan membuat rilex dan fokus saat kita harus berkonsentrasi untuk hal2 yang membutuhkan logika…..namun musik yang bagaimana dulu?…musik yang tanpa syair, musik yang lembut halus dan iramanya tidak berhentak2, musik yang ritmenya syahdu dan mengalir tanpa klimaks….seperti musik instrumen. Instrumen yang berisikan alunan musik dari suatu alat musik, bukan dari suara seorang penyanyi… instrumen calssic lebih banyak disukai daripada jenis musik lainnya. Silahkan anda cari di toko2 kaset/CD.
      Nah untuk memiliki kemampuan daya analisa yang logis dan tekhnis, tentunya otak kiri perlu mendapat asupan “ilmu” yang memadai…tanpa ilmu yang memadai, masalah akan semakin sulit tertangani. Semoga bermanfaat.

    • @natali….wah, tentu tidak natali….selama anda punya masih punya otak, anda punya kesempatan untuk menjadi pintar….:) Tidak ada manusia yang bodoh, tp hanya kurang informasi saja…. Jadi, natali, untuk menjadi PINTAR banyaklah “mengkonsumsi” informasi ya…? salam

  8. saya mau tnya ,, saya slalu brfkr and tb2 sya mndpt ide unk mmbuat crpen atau novel dan sya bngng knpa saya bsa mmbuat novel atau cerpen itu gampang kali, tp kalau saat plajaran mati-matika otak saya gk ngerti2 malah bawaan saya menghayal and mndpat kn ide lg unk buat crpe atau novel…
    jd saya mau tanya bgai mn agar oatk kanan dan kiri saya bs seimbang , jngn hnya otak knan ja yang brfungsi…????
    mohon di jwb ya pertanyaan q ne
    terima kasih….

    • maaf ya, saya baru sempat balas…
      seperti yang saya uraikan sebelum2nya….otak kita lebih cenderung akan bekerja secara otomatis dari apa yang kita sering lakukan, jadi lakukanlah banyak latihan yang dapat merangsang otak kita bekerja…bila ingin memaksimalkan otak kiri lakukan banyak latihan hitung, skala, ukur, statistik, analisa, dst…..
      misal, anda mau memutuskan membeli buku a atau b…lakukan dengan analisa tertulis….tulis masing2 kelebihan dan kekurangannya….beri skala nilai masing2 sesuai dengan urutan :penting (3)-kurang penting (2)-tidak penting (1)…..hitung jumlah terbanyak baik positif dan negatifnya…hitung nilai akhirnya….maka simpulkan dari total nilai tertinggi, mana buku yang terbaik yang anda harus beli….
      Lakukan juga untuk hal lain, misal anda ingin pergi nonton dengan teman2 atau pergi ke puncak dengan keluarga…lakukan analisa tertulis seperti tadi maka putuskan berdasarkan “NILAI” tertinggi yang anda telah dapatkan….
      Dengan rutin melakukan kegiatan tsb, otak kiri anda akan aktif bekerja, dan terbiasa untuk melakukan hal2 yang bagi anda “njelimet” sebelumnya….namun secara rasio keputusan tersebut sangat dapat dipertanggung jawabkan kebutuhannya oleh anda sendiri..
      Tentu semua Butuh waktu, butuh proses…. teruskan saja latihan merangsang otak kiri anda kurang lebih seperti itu, insya Allah ada manfaatnya karena kelak, kemampuan analisa seperti itu akan anda butuhkan untuk bekerja dan berbisnis dikemudian hari..

      semoga membantu,
      salam
      izhayusmal

  9. subhanallah, jadi tahu skrg. Dari uraian diatas, kayaknya aku cendrung lbh banyak menngunakan otak kanan nih. Pantas ya mbak… banyak karakter dalam pergaulan yang harus difahami… Sangat membentu sekali…Pengen tahu ilmu bgmn cara mengoptimalkan keduanya.Bagaimana caranya yaaaaa

  10. askum…mohon bantuannya mbak… gimana ya caranya melatih otak kanan? saya pintarnya di masalah perhitungan, tapi nyerah kalu untuk berimajinasi. mohon petunjuk nya mbak. wassalam

    • waskum….waah…saya bukan ahlinya mas, 😀 Tapi masak sih mas Ahkam gak bisa berimajinasi?…Coba kita telaah dengan logika ya….Kadangkala imajinasi itu banyak dipengaruhi oleh indera…terutama mata atau telinga….kepekaan mata dan telinga kan bisa dilatih, bahkan sejak bayi dengan sering mendengarkan irama atau suara atau menonton film, membaca tulisan/bentuk/gambar/…. semakin banyak kita bereksperimen dengan suara dan gambar semakin banyak “vocabulary” otak kita untuk mencerna menjadi sebuah imajinasi.
      Coba sering2 mendengarkan musik, nonton film, baca komik,….yang akan melatih kepekaan imajinasi mas Ahkam. Ulang berkali2 untuk tontonan/bacaan yang sama hingga sedikit hafal….kalau perlu coba2 saja di gambar ulang di selembar kertas beberapa gambar di buku komik sehingga mas Ahkam hafal warna dan bentuknya atau cerita yang melatarinya….lama2 sisi imajinatif otak akan merekam sebagian2 capturenya dan disaat2 tertentu akan menjadi “kamus” mas Ahkam dalam berimajinasi.

      Semoga tidak nyerah lagi dalam berimajinasi yaaa… 😀

      salam

    • halo mas Rudy….. Banyak orang yang berpendapat, orang yang cenderung menggunakan otak kanan memiliki kreatifitas, dan mudah mendeskripsikan apa yang ada di kepalanya menjadi sesuatu yang bisa terbaca orang lain. Akan menjadi luar biasa kalau dilandasi dengan hubungan yang baik secara vertikal (Tuhan) dan horizontal (manusia lain). Mungkin itulah yang menjadikan pencapaian akan sangat LUARRR BIASAAA…..:)
      salam, izhayusmal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s