Persepsi Perkataan

Standar
 
In everyone's life, at some time, our inner fire goes out. 
It is then burst into flame by an encounter with another human being.  
We should all be thankful for those people who rekindle the inner spirit.
 
- Albert Schweitzer 

 

A little encouragement can go a long way and as Babe Ruth once said,
"It's hard to beat a person who never gives up."

 

Kita tidak selalu berfikir akan efek dari perkataan kita terhadap orang lain.  Perkataan kita memiliki kekuatan dan apapun yang kita ucapkan memiliki pengaruh positif dan negatif terhadap orang-orang disekitar kita.

 

Ada sebuah cerita tua yang menceritakan sekumpulan katak yang pergi berlompatan melewati hutan suatu hari, dimana ada dua diantaranya yang tiba2 terjatuh dalam sebuah sumur.  Seluruh katak lain berkumpul disekitar lubang untuk melihat kebawah kepada dua katak yang terjatuh.  Mereka kemudian mulai merasakan sedih dan berujar “sumur ini terlalu dalam!” ujar seekor katak.  Seekor katak lain dengan sedih berujar “tidak mungkin mereka bisa keluar dalam sumur ini hidup-hidup”.

 

Lalu kedua katak yang terjatuh itu mulai melompat untuk berusaha keluar, namun rekan2nya yang melihat itu segera berteriak kepada keduanya untuk menghentikan saja kesia-siaan itu dan menunggu saja saat kematian mendatanginya.  Salah satu diantara kedua katak yang berusaha itu akhirnya menghentikan usahanya dan menerima keadaan sambil terus menangis, meratapi dan kemudian mati.

 

Seekor katak lagi terus berusaha melompat dan melompat semakin semangat walau rekan2nya di atas memintanya untuk berhenti dan menyimpan tenaganya agar tidak semakin menderita atas kegagalan2 dalam setiap lompatannya.

 

Akhirnya, katak itu melompat lebih kuat dari sebelumnya dan dengan pandangan terkejut dari rekan2nya yang lain katak itu berhasil melompat keluar dari sumur itu.  Salah seekor katak bertanya padanya, “kenapa kamu terus melompat padahal kami selalu berteriak padamu untuk menghentikannya?”.  Setelah beberapa kali ditanyakan hal yang sama, katak yang selamat itu akhirnya menjelaskan bahwa dia tuli dan bahwa selama ia didalam sumur telah menyangka teriakan2 rekan2nya adalah ungkapan penyemangat bagi dirinya untuk terus berusaha melompat

 

Perkataan kita terhadap orang lain memiliki kekuatan untuk menyakiti ataupun menyembuhkan. Dan cerita ini menggambarkan persepsi perkataan yang positif dan negatif berpengaruh besar terhadap perjuangan dalam mencapai kesuksesan.

 

Di lain pihak, pembelajaran dalam cerita ini bahwa setiap kesulitan dan benturan dalam hidup kita, tentu kita memiliki pilihan untuk bersikap, apakah kita akan menjadi orang yang terhanyut dalam kesulitan itu atau kita bangkit untuk menjadi individu yang produktif.

 

Semoga bermanfaat

 

Izha yusmal

https://izhayusmal.wordpress.com

 
* Ditranslate dari sebuah cerita motivasi “Are You a Croaker or A Leaper?”, By Pamela Perry Blaine 
 

 

Iklan

About izhayusmal

My name is izha yusmal, family used to call me izha. Born at jakarta, may 9th 1973. Graduated in 1997 from Trisakti University (jakarta), continuing Magister of Management Labora University. I love to socializing and gather with positive-minded persons, thats why i became "the provocator" in a business community called "Tangan Diatas-Semarang" in 2008. In this blog, i want to inspire as many people as i could and encourage them to find their own positive energy...

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s