To Lose a Friend

Standar

           Pagi2 sekali saya sdh pergi ke bengkel mobil nasmoko di daerah gombel, semarang atas.  Hari ini saatnya si hitam ini di servis berkala, tune up dan periksa oli.  Biasanya membutuhkan waktu satu jam untuk itu, sehingga sengaja saya membawa laptop untuk sekalian meng-update webstore.

 

Sembari menunggu di ruang tunggu yang dilengkapi fasilitas hotspot, saya di BUZZ oleh seorang teman online (sebutlah Mr.A) untuk chatting di window YM. 

Saya ; “pagi pa’ e….piye kabare?”

Mr.A  : “Bune, bisa kasih masukan gak.  Saya ingin tau pendapat dari sisi orang lain”

Saya:  “Ada apa pa’e??”

Mr.A : “Kemarin, dua hari lalu,  saya diskusi dengan seseorang tentang konsep bisnis bersama, kita sepakat akan bikin bisnis baru bersama, saya sdh utarakan konsepnya, materinya, teknis2nya….sekarang, hari ini,  dia ternyata mengumumkan dimilis telah membuat bisnis baru dengan konsep tersebut atas nama dia pribadi.  Coba ibu cek di link http://…………..  Menurut ibu, bagaimana?”

 

Saya segera link ke alamat URL yang dimaksud teman saya itu.  Dari yang saya lihat, bisnis tersebut adalah bisnis yang dimaksud Mr.A, karena beliau memang pakarnya dibidang tersebut, dan konsep yang di terpampang di web itu memang sangat saya kenali berasal dari pemikiran Mr.A,  namun diakui oleh orang lain, nama domainnya saja sdh menggunakan nama pribadi, berarti ini bukan usaha bersama lagi, tapi usaha pribadi si pembuatnya.

 

Saya ;  “Wah, ya itu namanya mencuri start dan sekaligus mencuri ide pak….  Protes saja, pak…langsung to the point”

Mr. A ;  “ya… ok, terimakasih”

 

Tak berselang lama, saya dapat kabar berikutnya.

Mr. A  ; “Saya sdh protes, dan dia minta maaf.  Sekarang web tersebut di mati-surikan dulu katanya”

 

Ya, syukurlah….case closed.  Mobil selesai di servis dan saya pulang kerumah.  Kembali sibuk meng-update webstore, tiba2 di BUZZ oleh seseorang (sebutlah Mr.Y) kenalan saya ,dimana saya membeli domain dan hosting pada perusahaannya. 

 

“Halo…mba”

“Halo, mas.. ada apa?”

“Tukeran Link yuk”

“Link mana? Aku sibuk banget nih…maaf”

“yawes, sini tak bantu bikinkan link nya di blohg mba yang wordpress…bisa minta user dan passwordnya?”

“hmm….link apaan sih?”

“link blog terbaru saya…nih alamatnya http://………..”

Saya segera link ke url tsb, dan terlihat blognya mengenai sharing dan tulisan2 keilmuan IT dari beberapa nara sumber yang di copas dan diletakkan dalam blognya.  Hmm….blog kesehari2an dan pribadinya ternyata.

“oo..isi blognya  hasil copy-paste berita dari blog orang lain semua ya??..hehe”

“gak jg, ada jg yang saya tulis sendiri..”

“oo….ya ok lah…tapi jangan sekarang ya…lagi hectic nih..”

“yawes to, sini tak bantu editkan…kasih user dan paswword nya aja…nanti kalo dah selesai mba tinggal ganti passwordnya aja…gampang to?

“…hmmm…..(pikir2…)….ok lah”

Saya beritahu user id dan password saya tanpa curiga.

 

Beberapa jam kemudian,…

Teman saya si Mr.A kembali BUZZ saya….  

“Bu, kok link usaha yang tadi saya ceritakan ada di blog ibu??”

“Link usaha?…..tunggu saya lihat dulu ya…”

 

Kaget dan heran, Segera saya login ke blog pribadi saya, dan HOALLLAA…ada link baru telah nongkrong di blogroll dalam blog saya… www.kursus*****.com

“Waduhh…maaf, pak.  Bukan saya yang masukin link itu, tapi Mr.Y.  Monggo pak di klarifikasi dengan nya, tuh dia lagi online kok”

“Online?…wong dari tadi saya tunggu dia idle sdh 2 jam lalu…”

“Gak kok..tuh online..nih lagi saya buzz, klarifikasi kenapa dia masukin link yang beda dari kesepakatan tadi pagi”

“OOO…berarti saya di invisible kan olehnya….:( “

“Nanti saya tanyakan deh pak..sabar ya…”

 

Berkali2 saya tulis pesan melalui YM, tidak direspon oleh si Mr.Y….   Waah, gak bener ini…akhirnya saya putuskan, saya hilangkan dulu link tersbut dari blogroll blog wordpress saya, urusan klarifikasi bisa diurus kemudian.

 

Esoknya saya lihat seharian dari pagi hingga malam Mr.Y tidak Online di YM…hmmm…curiga nih…   

 

Esoknya lagi….lo kok masih belom online, tumben….saya cek di www.yahoo-status.com  TADAAA…ternyata menurut kakang yahoo :  Mr.Y  sedang online, itu artinya dia mengaktifkan invisible nya…saya tanya ke teman YM lain yang kenal dengannya, “apakan mr.Y online?” tanya saya, ternyata dari tiga teman yang saya tanya mereka semua menjawab si Mr.Y memang online dari kemarin….weleeeh terbukti dia menginvisible kan saya 2 hari ini dan menghindari saya….ada apa hayooo??

 

Saya segera menghubungi Mr.A, untuk menjelaskan keadaan yang sebenarnya.

“haloo pa’e….”

“ya, bune?”

“maaf saya lom bisa hub Mr.Y untuk minta klarifikasinya…dua hari ini saya di invis kan, dan messages saya gak ada yang direspon…”

“ya bu..saya dah gak peduli lagi…saya sdh unsub dari milis dan semua yang connect dengannya…”

“Waah…..jangan dong pak….”

“Saya selama ini anggap dia teman saya, sahabat saya, rekan bisnis saya…adik saya… saya kecewa sekali…sekarang dia jg invisible kan saya dan bohongi saya, ternyata dia tetap melanjutkan “bisnis barunya” yang berasal dari konsep dan materi saya….  saya pergi saja bu, saya ngalah aja…”

 

Duuh, dari kata2nya, saya tau beliau sangat sedih dan patah hati…. 

Dulu saya pernah mengalaminya, betapa luka itu masih menganga mengingat penghianatan sahabat yang kini telah menjadi seorang asing yang terputus hubungannya….

Maafkan saya ya pak…saya gak bisa bantu banyak…. saya juga ikut terluka karena orang ini telah mencoreng kepercayaan saya…

Huuu…mau nangis rasanya….:(…:( hiks

Jadi,

Saya hatur kan poetry berikut ini untuk beliau…Mr.A…

semoga menjadi pelajaran yang membawa hikmah ya pak….

 

 

People come into our lives

To serve some purpose or reason

Then they are gone like a puff of wind

Receding like the ending season.

 

There are times when friendships end

When nothing can hold them together

When uninvited feelings get in the way

Stirring up stormy weather.

 

One friend might begin to think

We can mend this gap if we try

But it takes two to bridge the breach

To avoid saying that final goodbye.

 

Some people are so caught up in self

They think others are always at fault

They never ponder their own mistakes

To see the harm they’ve wrought.

 

To my regret, I lost such a friend

How wasteful it seems, my loss

I watched the change and withdraw each day

Becoming frequently very cross.

 

I’m proud that I tried to be a friend

By showing kindness, patience and concern,

Sadly, it never seemed enough

And odd resentment began to burn.

  

Then, i put my life to God’s will

to let and lead me into the best

No mater how i might feel

Probably it is better this way

 

 

salam

izhayusmal

 

inspired from Jeanette Cooper

dedicated to my dear friend…. hang on, bro…

 

 

 

 

 

 

Iklan

About izhayusmal

My name is izha yusmal, family used to call me izha. Born at jakarta, may 9th 1973. Graduated in 1997 from Trisakti University (jakarta), continuing Magister of Management Labora University. I love to socializing and gather with positive-minded persons, thats why i became "the provocator" in a business community called "Tangan Diatas-Semarang" in 2008. In this blog, i want to inspire as many people as i could and encourage them to find their own positive energy...

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s